Teknologi

Komisi Eropa Selidiki Kebijakan Meta Sediakan Chatbot AI di WhatsApp.

Komisi Eropa membuka penyelidikan antimonopoli formal terhadap Meta terkait kebijakan WhatsApp yang diduga memblokir chatbot AI pihak ketiga, demi mendukung Meta AI.

Jakarta · Friday, 05 December 2025 22:00 WITA · Dibaca: 24
Komisi Eropa Selidiki Kebijakan Meta Sediakan Chatbot AI di WhatsApp.

Jakarta, JClarity – Komisi Eropa, badan eksekutif Uni Eropa (UE), secara resmi telah membuka penyelidikan antimonopoli terhadap Meta Platforms Inc. . Penyelidikan ini berfokus pada kebijakan baru Meta di platform perpesanan WhatsApp, yang diduga menghambat persaingan dengan membatasi akses penyedia chatbot Kecerdasan Buatan (AI) pihak ketiga.

Regulator Uni Eropa meluncurkan investigasi formal pada Kamis, 4 Desember 2025, untuk menilai apakah perubahan kebijakan Meta pada solusi API Bisnis WhatsApp (WhatsApp Business Solution API) melanggar aturan persaingan usaha UE, khususnya terkait dugaan penyalahgunaan posisi dominan di pasar. Perubahan kebijakan yang mulai berlaku efektif penuh pada 15 Januari 2026 tersebut dikhawatirkan akan memblokir penyedia layanan AI serbaguna (general-purpose) seperti ChatGPT dan Copilot untuk menjangkau pengguna melalui platform tersebut, padahal fitur AI milik Meta sendiri, Meta AI, tetap dapat diakses.

Wakil Presiden Eksekutif Komisi Eropa untuk Persaingan Usaha, Teresa Ribera, menyampaikan pentingnya tindakan regulasi untuk memastikan warga dan bisnis di Eropa dapat sepenuhnya memperoleh manfaat dari teknologi AI. "Kami harus bertindak untuk mencegah perusahaan digital dominan menyalahgunakan kekuasaan mereka untuk menyingkirkan pesaing inovatif," ujar Ribera, menekankan perlunya menjaga persaingan sehat di sektor AI yang berkembang pesat.

Penyelidikan antimonopoli ini mencakup seluruh Wilayah Ekonomi Eropa (EEA), kecuali Italia, yang telah lebih dahulu memulai investigasi terpisah sejak Juli 2025. Jika terbukti melanggar aturan persaingan UE, Meta dapat dikenai sanksi berupa denda hingga 10 persen dari pendapatan tahunan globalnya.

Menanggapi tuduhan tersebut, juru bicara WhatsApp menyatakan bahwa klaim Komisi Eropa "tidak berdasar". Pihak WhatsApp beralasan bahwa lonjakan penggunaan chatbot AI dari penyedia eksternal membebani sistem API bisnis mereka yang memang tidak dirancang untuk menangani volume trafik sebesar itu. Meskipun demikian, perusahaan tersebut tetap menegaskan bahwa pasar AI sangat kompetitif dan pengguna memiliki banyak pilihan untuk mengakses layanan AI melalui berbagai platform lainnya.

Login IG