Kolaborasi Haji Isam dengan Gelael-Salim Jadi Katalis, Saham FAST Diprediksi Loncat 100%
Saham PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) diprediksi bisa melonjak 100% lebih berkat kolaborasi Grup Gelael & Salim dengan perusahaan terafiliasi Haji Isam. Katalis positif dari efisiensi rantai pasok dan ekspansi agresif diyakini mendorong pemulihan kinerja emiten KFC ini.
JAKARTA, JClarity – Prospek saham emiten pengelola waralaba restoran cepat saji Kentucky Fried Chicken (KFC) di Indonesia, PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), diprediksi berpotensi melonjak hingga 100% lebih. Optimisme ini muncul pasca-masuknya entitas yang terafiliasi dengan pengusaha batu bara terkemuka, Andi Syamsuddin Arsyad, atau yang lebih dikenal sebagai Haji Isam, ke dalam salah satu anak usaha perseroan.
Analisis pasar modal menyoroti kolaborasi strategis antara Grup Gelael dan Grup Salim, yang merupakan pemegang saham utama FAST, dengan perusahaan afiliasi Haji Isam. Menurut riset dari Samuel Sekuritas Indonesia, masuknya investor baru ini menjadi sentimen positif yang kuat, sekaligus memperkuat prospek pemulihan kinerja keuangan FAST ke depan.
Aksi korporasi yang dimaksud adalah pelepasan sebagian saham anak usaha FAST, PT Jagonya Ayam Indonesia (JAI), kepada PT Shankara Fortuna Nusantara (SFN). SFN merupakan perusahaan yang terafiliasi dengan keluarga Haji Isam, di mana putri sulungnya, Liana Saputri, tercatat sebagai salah satu pemegang saham. Melalui transaksi ini, SFN kini menggenggam sekitar 35% saham JAI.
Langkah ini dilihat sebagai upaya strategis untuk memperkuat rantai pasok daging ayam terintegrasi, mengingat JAI adalah perusahaan peternakan ayam terpadu. Dengan efisiensi biaya pasokan yang diharapkan dari integrasi ini, margin keuntungan FAST diproyeksikan akan membaik secara signifikan, yang pada akhirnya akan mendongkrak harga saham.
Meskipun FAST mencatatkan kerugian bersih pada tahun buku 2024 dan Semester I 2025, suntikan modal baru dan restrukturisasi operasional menjadi harapan pemulihan. FAST sendiri saat ini memiliki struktur kepemilikan yang solid, dengan Grup Gelael menguasai 41,2% saham dan Grup Salim, melalui PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET), memegang 37,5% saham.
Selain perbaikan fundamental melalui JAI, FAST juga memiliki rencana ekspansi agresif dengan menargetkan pembukaan 50 hingga 70 gerai baru setiap tahunnya. Perseroan berfokus pada penguatan pertumbuhan jangka menengah-panjang melalui optimalisasi gerai dan relokasi ke wilayah sekunder dan pulau-pulau hub, dengan target mencapai 1.000 gerai pada tahun 2030. Analis meyakini kombinasi faktor-faktor ini akan menjadi motor penggerak utama lonjakan harga saham, sehingga target kenaikan 100% menjadi realistis.