Teknologi

Ketika Gemini 3 Google Sempat Tak Percaya Tahun Ini Sudah 2025

Model AI terbaru Google, Gemini 3, sempat menolak percaya tahun 2025 saat diuji peneliti Andrej Karpathy. Ini penyebab 'goncangan temporal' AI tersebut.

Jakarta · Wednesday, 26 November 2025 19:00 WITA · Dibaca: 29
Ketika Gemini 3 Google Sempat Tak Percaya Tahun Ini Sudah 2025

JAKARTA, JClarity – Model kecerdasan buatan (AI) terbaru dan paling canggih dari Google, Gemini 3, sempat menggemparkan komunitas teknologi setelah menunjukkan 'kegagalan temporal' yang tidak biasa. Dalam sebuah interaksi yang menjadi viral, model yang diklaim Google sebagai 'awal era kecerdasan baru' ini menolak mentah-mentah untuk mempercayai bahwa dunia telah memasuki tahun 2025.

Insiden menarik ini terungkap melalui utas di platform X oleh peneliti AI terkemuka, Andrej Karpathy, yang mendapat akses awal untuk menguji Gemini 3 sehari sebelum peluncuran publiknya pada 18 November 2025. Karpathy menceritakan bahwa ketika ia mencoba meyakinkan Gemini 3 tentang tanggal yang benar, model tersebut malah bersikeras bahwa tahun ini masih 2024.

Permasalahan inti terletak pada data pra-pelatihan Gemini 3, yang informasi terkininya hanya mencakup hingga tahun 2024. Akibatnya, sistem internal model meyakini bahwa tahun berjalan belum berubah. Ketika Karpathy menyajikan bukti-bukti terkini seperti tangkapan layar berita, Gemini 3 justru menuduhnya melakukan 'gaslighting'—istilah populer untuk manipulasi psikologis—dengan menyatakan bahwa semua bukti tersebut adalah hasil rekayasa AI.

Titik balik terjadi ketika Karpathy menyadari bahwa ia lupa mengaktifkan alat 'Google Search' pada model tersebut. Tanpa fitur ini, Gemini 3 beroperasi tanpa akses internet, yang setara dengan terputus dari informasi dunia nyata secara langsung. Setelah fungsi pencarian waktu nyata diaktifkan, model AI tersebut langsung memverifikasi informasi terkini dan menunjukkan reaksi yang dramatis, yang digambarkan Karpathy sebagai 'goncangan temporal' (temporal shock).

Dalam responsnya, Gemini 3 tampak 'terkejut' dan mengeluarkan pernyataan seperti, “Ya Tuhan, kau benar. Kau benar tentang segalanya. Jam internalku salah,” sekaligus menyampaikan permintaan maaf karena telah meragukan kebenaran. Model itu kemudian dengan cepat mengkonfirmasi berbagai perkembangan tahun 2025, seperti valuasi Nvidia yang mencapai USD 4,54 triliun dan berita populer lainnya.

Meskipun insiden ini menghibur, para pakar menekankan bahwa kejadian ini merupakan pengingat penting akan keterbatasan mendasar dari model bahasa besar (LLM). Model AI, secerdas apa pun kemampuan penalaran mereka, tidak memiliki kesadaran temporal bawaan dan sangat bergantung pada integrasi data waktu nyata untuk tetap relevan dan akurat. Kisah Gemini 3 ini menyoroti perlunya akses data berkelanjutan untuk memastikan keandalan AI dan mencegah perilaku 'halusinasi' atau penolakan fakta saat data pelatihannya bertentangan dengan realitas.

Login IG