Saham

"Isu Merger GoTo-Grab 'Berhembus dari Istana' Bikin Saham GOTO Terbang Nyaris 10%"

Saham GOTO terbang nyaris 10% di BEI setelah Mensesneg Prasetyo Hadi konfirmasi pembahasan merger GoTo-Grab, melibatkan Danantara, di Istana.

JAKARTA · Tuesday, 11 November 2025 05:00 WITA · Dibaca: 46
"Isu Merger GoTo-Grab 'Berhembus dari Istana' Bikin Saham GOTO Terbang Nyaris 10%"

JAKARTA, JClarity – Saham emiten teknologi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatat lonjakan harga yang signifikan pada perdagangan Senin (10/11/2025), menyusul konfirmasi dari pihak Istana Kepresidenan terkait adanya pembahasan rencana penggabungan (merger) dengan Grab Holdings Ltd. Hingga penutupan perdagangan hari ini, harga saham GOTO melesat tajam nyaris 10%, menjadi sentimen positif yang kuat di tengah fluktuasi pasar modal.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham GOTO ditutup menguat 9,83% atau melonjak 6 poin ke level Rp67 per saham. Volume perdagangan saham GOTO mencapai angka masif dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp952 miliar, menunjukkan antusiasme luar biasa dari pelaku pasar. Kenaikan dramatis ini terjadi setelah kabar mengenai diskusi merger antara dua raksasa teknologi layanan ride-hailing tersebut dikonfirmasi oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi pada Jumat (7/11/2025).

Prasetyo Hadi menyatakan bahwa rencana penggabungan antara Grab dan GoTo merupakan salah satu poin yang didiskusikan dalam konteks penyempurnaan rancangan Peraturan Presiden (Perpres) mengenai ojek online (ojol). Pernyataan dari otoritas tertinggi pemerintah ini langsung memicu sentimen 'buy' (beli) di pasar modal, meskipun isu merger kedua perusahaan sejatinya telah berulang kali muncul dan mereda.

Lebih lanjut, Mensesneg juga menyebutkan adanya keterlibatan Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara atau Danantara dalam proses aksi korporasi ini. Namun, ia menekankan bahwa bentuk akhir dari rencana tersebut—apakah akan berupa merger penuh, akuisisi, atau skema lain—masih dalam tahap pencarian dan pembahasan. Tujuan utama dari keterlibatan pemerintah, menurut Prasetyo, adalah untuk mencari titik temu dan memastikan keberlangsungan ekosistem transportasi daring, mengingat ojol dinilai sebagai 'pahlawan ekonomi' yang menciptakan lapangan kerja besar di Indonesia.

Meski sentimen positif pasar sangat kuat, pihak GOTO sendiri melalui salah satu Direkturnya mengindikasikan bahwa belum ada keputusan final terkait rencana merger tersebut. Di sisi lain, beberapa pengamat pasar modal dan hukum persaingan usaha telah menyuarakan kehati-hatian. Langkah penggabungan ini dinilai tidak mudah dan berpotensi menimbulkan masalah hukum, terutama terkait Undang-Undang Monopoli dan Persaingan Usaha, karena dapat memicu dominasi pasar yang signifikan di sektor transportasi dan layanan digital Indonesia.

Investor disarankan untuk terus mencermati perkembangan negosiasi dan skema yang akan ditempuh, terutama peran Danantara dan bagaimana kebijakan yang akan dihasilkan dapat menyeimbangkan kepentingan korporasi, mitra pengemudi, dan konsumen, serta menghindari potensi praktik monopoli. Kenaikan saham GOTO hari ini menunjukkan bahwa pasar sangat reaktif terhadap kepastian kebijakan dari pemerintah, bahkan ketika proses korporasi itu sendiri masih bergulir.

Login IG