Saham

Istana Ungkap Rencana Merger GOTO-Grab, Saham Langsung Terbang 8,20%

Istana Kepresidenan mengonfirmasi rencana merger atau akuisisi GOTO dan Grab sebagai bagian dari kajian pemerintah. Saham GOTO langsung melonjak 8,20%.

JAKARTA · Monday, 10 November 2025 17:00 WITA · Dibaca: 41
Istana Ungkap Rencana Merger GOTO-Grab, Saham Langsung Terbang 8,20%

JAKARTA, JClarity – Rencana penggabungan dua raksasa teknologi layanan transportasi daring, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan Grab Holdings Ltd, kembali mencuat ke permukaan setelah dikonfirmasi langsung oleh pihak Istana Kepresidenan. Konfirmasi ini sontak memicu reaksi positif di pasar modal, menyebabkan harga saham GOTO melonjak tajam 8,20% pada perdagangan awal pekan, Senin (10/11/2025), ke level Rp66 per saham.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, membenarkan adanya pembahasan mengenai rencana penggabungan antara GOTO dan Grab di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. “Rencana begitu,” ujar Prasetyo, mengacu pada wacana penggabungan dua perusahaan yang menguasai ekosistem ride-hailing di Asia Tenggara, khususnya Indonesia. Isu ini menjadi salah satu pendorong utama lonjakan saham GOTO di Bursa Efek Indonesia (BEI), dengan volume perdagangan yang masif.

Prasetyo menjelaskan bahwa pembahasan mengenai aksi korporasi besar ini merupakan bagian dari kajian pemerintah yang lebih luas terkait penyempurnaan rancangan Peraturan Presiden (Perpres) tentang ojek daring (ojol). Rencana ini tidak hanya berfokus pada urusan korporasi, tetapi juga bertujuan untuk menyeimbangkan kepentingan mitra pengemudi dan perusahaan aplikator, termasuk dalam hal keberlanjutan ekosistem transportasi daring. “Tujuan utamanya arahnya ke situ, memastikan operasional dua perusahaan tersebut tetap berjalan,” tegasnya, sembari menambahkan bahwa ojol kini disadari sebagai ‘pahlawan ekonomi’ yang menggerakkan roda perekonomian rakyat.

Lebih lanjut, Mensesneg mengungkapkan bahwa Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara akan memiliki peran dalam proses penggabungan tersebut. Keterlibatan Danantara mengindikasikan bahwa pemerintah berupaya memastikan rencana ini berjalan sesuai dengan kepentingan nasional, mengingat Telkom Group, yang merupakan BUMN, juga memiliki investasi signifikan di GOTO. Namun, Prasetyo belum dapat memastikan skema akhir yang akan diambil, apakah berbentuk merger atau akuisisi. “Ya, ini lagi dicari skemanya,” tambahnya, dan menyebut proses ini akan dilakukan “secepatnya”.

Meskipun GOTO sempat membantah rumor merger pada Maret 2025, konfirmasi dari Istana kali ini memberikan sentimen positif yang kuat bagi investor. Kenaikan 8,20% pada saham GOTO menegaskan respons pasar yang optimis terhadap potensi konsolidasi pasar, yang diharapkan dapat menciptakan entitas tunggal yang lebih efisien dan berkelanjutan dalam jangka panjang.

Login IG