Saham

Investor Asing Net Buy Rp 1,34 Triliun, IHSG Terbang ke 8.238 Hari Ini (21/10)

IHSG terbang 1,84% ke 8.238 hari ini (21/10), didorong aksi beli bersih investor asing senilai Rp 1,34 T. Saham perbankan big caps menjadi penopang utama.

Jakarta · Wednesday, 22 October 2025 01:00 WITA · Dibaca: 44
Investor Asing Net Buy Rp 1,34 Triliun, IHSG Terbang ke 8.238 Hari Ini (21/10)

JAKARTA, JClarity – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mencatatkan kinerja luar biasa pada perdagangan hari ini, Selasa (21/10/2025). Indeks ditutup melesat tajam sebesar 1,84% atau naik 149,10 poin, menembus level psikologis baru di angka 8.238,08. Kenaikan signifikan ini didorong oleh derasnya arus modal masuk investor asing yang mencatatkan aksi beli bersih (net buy) sebesar Rp 1,34 Triliun di seluruh pasar, menegaskan optimisme investor global terhadap prospek pasar modal domestik.

Performa perkasa IHSG hari ini menandai pergerakan rebound yang kuat, melanjutkan tren positif dari sesi sebelumnya. Total nilai transaksi harian mencapai Rp 22,04 triliun, dengan volume perdagangan mencapai 31,2 miliar saham, yang menunjukkan peningkatan minat beli yang tinggi. Pembelian masif dari investor asing ini sebagian besar terfokus pada saham-saham berkapitalisasi besar (big caps) atau blue chip, terutama dari sektor perbankan dan finansial.

Sektor keuangan menjadi salah satu motor utama penguatan, didukung oleh lonjakan harga pada saham-saham bank besar seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Lonjakan ini juga didorong oleh sentimen positif domestik, termasuk antisipasi investor jelang Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang dijadwalkan pada hari ini dan besok (21-22/10), di mana pasar menanti langkah kebijakan suku bunga BI selanjutnya.

Selain sektor keuangan, kinerja indeks turut ditopang oleh penguatan signifikan di sektor Transportasi yang melonjak 3,82%, disusul oleh sektor Properti dan Real Estat yang menguat 3,51%, serta sektor Infrastruktur yang mendaki 3,46%. Sentimen global yang mereda, khususnya ekspektasi akan adanya pelonggaran kebijakan moneter atau potensi penurunan suku bunga The Fed di masa mendatang, turut memperkuat sentimen risk-on di pasar keuangan Asia, termasuk Indonesia.

Analis pasar modal, seperti diungkapkan oleh Herditya Wicaksana dari PT MNC Sekuritas, menilai penguatan IHSG sejalan dengan pergerakan positif bursa global dan mayoritas bursa Asia. Dengan kombinasi fundamental ekonomi yang solid, arus dana asing yang kembali deras, dan sentimen pelonggaran moneter yang diharapkan, IHSG berpotensi melanjutkan reli dan menguji level all-time high (ATH) terdekat.

Login IG