Saham

Investor Asing Kembali Borong Saham Big Banks, BCA Jadi Incaran Utama.

Investor asing kembali memborong saham big banks Indonesia, dengan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi incaran utama. Akumulasi net buy BBCA capai triliunan rupiah.

Jakarta · Monday, 10 November 2025 04:00 WITA · Dibaca: 48
Investor Asing Kembali Borong Saham Big Banks, BCA Jadi Incaran Utama.

JAKARTA, JClarity – Minat investor asing terhadap saham-saham perbankan berkapitalisasi pasar besar (big banks) di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali melonjak signifikan, menandakan rotasi dana global yang optimistis terhadap stabilitas sektor keuangan domestik. Dalam periode terbaru, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) muncul sebagai primadona utama, mencatat nilai akumulasi beli bersih (net foreign buy) tertinggi di antara empat bank besar lainnya.

Data perdagangan menunjukkan bahwa momentum net buy asing ini terjadi secara konsisten, terutama sejak pertengahan Oktober hingga awal November 2025. Dalam rentang waktu tertentu, akumulasi net foreign buy di saham BBCA mencapai Rp4,6 triliun. Sementara itu, dalam satu pekan terakhir (misalnya 3-7 November 2025), total aksi beli bersih di saham BBCA tercatat sebesar Rp1,71 triliun, menjadikannya saham yang paling banyak diborong investor global.

Kenaikan minat asing ini juga berbanding lurus dengan pergerakan harga saham. Harga BBCA terpantau rebound dan mengalami kenaikan sekitar 17,6% dari level terendah bulanan. Tidak hanya BBCA, saham bank besar lainnya seperti PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) juga turut mencatatkan aksi beli bersih, meskipun nilainya lebih terbatas jika dibandingkan dengan BCA.

Analis menilai, status BBCA sebagai 'safe haven' di sektor perbankan Indonesia menjadi daya tarik utama bagi investor asing. Kinerja keuangan BBCA yang solid, dengan laba bersih terbesar di antara bank-bank sejenis, serta rasio kredit bermasalah (NPL) yang rendah dan efisiensi operasional yang terjaga, memberikan jaminan keamanan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Selain itu, sejumlah analis juga melihat valuasi BBCA sempat berada di level menarik, di bawah 4x Price to Book Value (PBV), yang dianggap sebagai entry point yang ideal bagi investor.

Secara keseluruhan, rotasi dana asing ke sektor perbankan Tanah Air mencerminkan kembalinya kepercayaan investor global terhadap prospek pertumbuhan jangka menengah dan panjang Indonesia. Para analis merekomendasikan saham-saham perbankan besar ini untuk strategi buy on weakness, dengan proyeksi target harga BBCA berada di atas Rp10.000 per saham dalam jangka panjang, sejalan dengan ekspektasi pertumbuhan kredit yang stabil dan kuatnya fundamental perbankan domestik.

Login IG