Investor Asing Akumulasi Saham GOTO: Isu Merger dengan Grab Kian Santer!
Saham GOTO melonjak signifikan akibat akumulasi beli bersih oleh investor asing. Kenaikan harga ini didorong oleh isu merger kembali santer dengan kompetitor utama, Grab.
Jakarta, JClarity – Kinerja saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) kembali menjadi sorotan utama di pasar modal Indonesia setelah mencatatkan lonjakan signifikan yang didorong oleh aksi beli besar-besaran dari investor asing. Sentimen positif ini secara eksplisit dikaitkan dengan kembali santernya isu merger potensial antara GOTO dan kompetitor utamanya di Asia Tenggara, Grab Holding Ltd. (GRAB).
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada sesi terakhir, GOTO mencatatkan volume transaksi yang luar biasa, dengan nilai 'Net Foreign Buy' (akumulasi beli bersih asing) menembus angka ratusan miliar rupiah. Aksi borong saham ini sukses mendorong harga GOTO naik melampaui level psikologis penting, menandakan kepercayaan kuat dari investor global terhadap potensi kenaikan valuasi perusahaan di masa depan.
Spekulasi mengenai konsolidasi bisnis antara GOTO dan Grab bukan merupakan isu baru. Namun, isu ini kembali menguat setelah kedua perusahaan dinilai berada dalam fase pengetatan biaya operasional (cost rationalization) dan fokus pada profitabilitas. Merger, jika terwujud, dipandang sebagai langkah strategis untuk mengurangi persaingan yang tidak efisien, menciptakan entitas dominan di pasar ride-hailing dan layanan finansial di Asia Tenggara, serta membuka potensi sinergi biaya yang masif.
Analis pasar modal, Bapak Ahmad Fikri dari Alpha Investama, berpendapat bahwa akumulasi investor asing saat ini memiliki dua dimensi. "Di satu sisi, fundamental GOTO memang menunjukkan perbaikan, terutama setelah mencapai target EBITDA yang disesuaikan lebih cepat dari perkiraan. Namun, pemicu utama kenaikan harga yang masif adalah spekulasi merger dengan Grab. Investor asing melihat peluang arbitrase atau re-rating valuasi yang signifikan jika kesepakatan itu benar-benar terjadi," ujar Ahmad.
Meskipun demikian, manajemen GOTO maupun Grab hingga kini belum memberikan pernyataan resmi yang mengonfirmasi atau membantah secara definitif perihal isu merger ini. Mereka cenderung fokus pada peningkatan kinerja internal, terutama dalam menekan kerugian dan memperluas layanan keuangan digital. Minimnya klarifikasi resmi membuat pergerakan harga saham GOTO saat ini sangat rentan terhadap volatilitas, bergantung pada setiap sentimen atau bocoran informasi yang beredar di pasar.
Investor diharapkan untuk tetap waspada dan mencermati data fundamental perusahaan di tengah euforia spekulasi. Meskipun potensi merger menjanjikan dominasi pasar, proses negosiasi dan persetujuan regulasi, khususnya dari Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), diprediksi akan menjadi perjalanan yang panjang dan kompleks.