Teknologi

**Ini yang Buat Google Yakin Gemini 3 Lampaui GPT 5.1 dan AI Lain**

Google yakin Gemini 3 lampaui GPT 5.1 karena unggul di multimodality, penalaran tingkat lanjut (Humanity's Last Exam), dan jendela konteks 1 juta token.

Jakarta · Saturday, 29 November 2025 05:00 WITA · Dibaca: 26
**Ini yang Buat Google Yakin Gemini 3 Lampaui GPT 5.1 dan AI Lain**

JAKARTA, JClarity – Persaingan di garis depan Kecerdasan Buatan (AI) mencapai puncaknya dengan peluncuran Google Gemini 3, model bahasa besar (LLM) terbaru yang diklaim raksasa teknologi tersebut mampu melampaui kemampuan model AI terkemuka lainnya, termasuk GPT 5.1 dari OpenAI.

Klaim superioritas Google ini didukung oleh tiga pilar utama: arsitektur multimodal sejati (true multimodality), kemampuan penalaran tingkat lanjut (state-of-the-art reasoning), dan jendela konteks masif (massive context window) yang membuka batas baru dalam pemrosesan informasi kompleks.

Salah satu pembeda fundamental Gemini 3 adalah kemampuannya untuk memproses dan memahami berbagai jenis data—teks, gambar, audio, video, dan kode—secara terpadu dalam satu arsitektur transformator tunggal. Model ini dirancang sebagai AI multimodal sejak awal, yang memungkinkannya menginterpretasikan sketsa dan menghasilkan kode yang berfungsi, atau menganalisis konten video dengan pemahaman spasial yang lebih dalam.

Keyakinan Google diperkuat oleh hasil tolok ukur (benchmark) independen. Gemini 3 Pro berhasil memuncaki papan peringkat LMArena Elo, mengungguli GPT 5.1, dan mencetak skor tertinggi yang pernah tercatat (37,4%) pada tolok ukur “Humanity’s Last Exam.” Tes ini, yang mengukur penalaran umum dan keahlian sekelas ujian akhir manusia, menempatkan Gemini 3 Pro secara signifikan di depan model-model pesaingnya, termasuk skor GPT-5 Pro sebelumnya.

Selain itu, Gemini 3 memiliki jendela konteks hingga satu juta token. Kapasitas memori raksasa ini memungkinkan model AI memproses seluruh basis kode, dokumen persyaratan produk yang panjang, atau data multisumber lainnya dalam satu permintaan. Hal ini memberikan keunggulan yang nyata untuk tugas-tugas tingkat perusahaan dan alur kerja agen (agentic workflow) yang kompleks, yang membutuhkan perencanaan multi-langkah dan eksekusi tugas jangka panjang.

Kepala Produk Gemini, Tulsee Doshi, menyatakan bahwa dengan Gemini 3, Google "melihat lompatan besar dalam penalaran," dan model ini "merespons dengan tingkat kedalaman dan nuansa yang belum pernah kami lihat sebelumnya.” Bahkan, CEO OpenAI Sam Altman dilaporkan memberikan pengakuan publik terhadap Gemini 3 sebagai "model yang hebat," sebuah indikasi signifikan dari pesaing langsung.

Gemini 3, yang juga hadir dalam versi berorientasi riset 'Deep Think' untuk penalaran yang lebih tinggi, kini terintegrasi penuh ke dalam ekosistem Google, seperti Google Search melalui mode 'AI Mode' dan platform pengembangan baru 'Google Antigravity' yang ditujukan untuk pengkodean agentik. Integrasi mendalam ini memastikan model AI tersebut dapat langsung menjangkau miliaran pengguna dan pengembang.

Login IG