Ini yang Buat Google Yakin Gemini 3 Lampaui GPT 5.1 dan AI Lain
Google meluncurkan Gemini 3, mengklaim lampaui GPT 5.1 dan AI lain berkat dominasi benchmark, penalaran mendalam, dan multimodalitas asli.
Jakarta, JClarity – Google secara resmi meluncurkan model kecerdasan buatan (AI) terbarunya, Gemini 3, yang langsung mengklaim posisi terdepan dalam persaingan AI global. Peluncuran ini hanya berselang beberapa hari setelah OpenAI merilis GPT-5.1, memanaskan kembali 'perlombaan senjata' di antara raksasa teknologi. Keyakinan Google bahwa Gemini 3 melampaui GPT-5.1 dan model AI lainnya didasarkan pada lonjakan signifikan dalam kemampuan penalaran, multimodalitas, dan kinerja pada berbagai tolok ukur (benchmark) industri yang paling ketat.
Klaim superioritas Google bukanlah tanpa bukti. Dalam pengujian, Gemini 3 Pro—varian utama model ini—berhasil menduduki peringkat teratas di berbagai tolok ukur AI utama. Salah satu pencapaian yang paling disorot adalah pada *Humanity’s Last Exam*, sebuah tes yang dirancang untuk menguji penalaran akademik tingkat doktoral. Gemini 3 Pro mencatat skor 37,5 persen, jauh melampaui rekor sebelumnya yang dipegang GPT-5.1 dengan skor 26,5 persen. Model ini juga mendominasi *LMArena*—sebuah papan peringkat berbasis penilaian manusia—dan menunjukkan keunggulan pada tes matematika tingkat olimpiade, *MathArena Apex*.
Peningkatan fundamental yang menjadi fondasi keunggulan Gemini 3 terletak pada dua pilar utama: **Penalaran Mendalam** dan **Multimodalitas Asli**. Google memperkenalkan varian *Gemini 3 Deep Think*, sebuah mode penalaran yang ditingkatkan yang dirancang untuk memecahkan masalah kompleks dengan logika berlapis dan perencanaan multi-langkah. CEO Google, Sundar Pichai, menyatakan bahwa model ini merupakan langkah besar menuju Artificial General Intelligence (AGI) karena kemampuannya memahami kedalaman dan nuansa masalah yang sulit.
Sementara itu, kapabilitas multimodalitas telah diperkuat secara substansial. Berbeda dengan model pendahulunya yang hanya mampu memproses teks dan gambar, Gemini 3 dirancang secara inheren untuk memahami dan memadukan teks, gambar, video, audio, dan kode secara simultan. Hal ini memungkinkan kasus penggunaan yang revolusioner, seperti menganalisis video kuliah berdurasi jam-an untuk menghasilkan kartu belajar interaktif, atau menerjemahkan resep tulisan tangan menjadi buku masak digital. Selain itu, fitur pengalaman generatif (generative experiences) memungkinkan Gemini 3 menghasilkan antarmuka pengguna (UI) dan simulasi interaktif, seperti kalkulator tingkat bunga yang dapat dioperasikan langsung di dalam peramban, bergerak melampaui batasan jawaban berbasis teks semata.
Di ranah pengembangan perangkat lunak, Google juga meluncurkan platform baru, Google Antigravity, yang dibangun di sekitar Gemini 3. Platform ini memanfaatkan kapabilitas *agentic* model, di mana AI dapat merencanakan, mengeksekusi, dan memvalidasi tugas pengembangan secara otonom. Dengan kemampuan ini, Gemini 3 bukan sekadar *chatbot* cerdas, melainkan bertindak sebagai *agen otonom* yang mampu melakukan alur kerja kompleks, seperti menyusun rencana perjalanan internasional atau mengelola kotak masuk email yang rumit. Dengan integrasi yang mendalam ke dalam produk-produk utama Google seperti Search, Workspace, dan platform *developer* Vertex AI, Google yakin Gemini 3 siap mendefinisikan ulang standar industri AI global.