Ini yang Buat Google Yakin Gemini 3 Lampaui GPT 5.1 dan AI Lain
Google yakin Gemini 3 lampaui GPT 5.1 berkat lonjakan penalaran, skor benchmark tertinggi, arsitektur multimodal-native, dan jendela konteks 1 juta token.
Jakarta, JClarity – Persaingan di garis depan kecerdasan buatan (AI) kembali memanas. Google secara ambisius meluncurkan model bahasa besar (LLM) terbarunya, Gemini 3 Pro, dengan klaim tegas bahwa model ini melampaui kemampuan model pesaing utamanya, termasuk GPT 5.1 dari OpenAI dan model-model AI mutakhir lainnya di pasaran. Keyakinan Google ini didasarkan pada serangkaian keunggulan arsitektural dan performa, khususnya dalam tolok ukur penalaran dan multimodalitas.
Kepala Produk Gemini Google, Tulsee Doshi, menegaskan bahwa Gemini 3 menunjukkan “lompatan besar dalam penalaran,” yang merespons prompt dengan tingkat kedalaman dan nuansa yang belum pernah terlihat sebelumnya. Klaim ini diperkuat oleh hasil evaluasi independen. Gemini 3 mencatatkan skor tertinggi yang pernah ada—37,4—pada tolok ukur Humanity's Last Exam, mengungguli rekor sebelumnya 31,64 yang dipegang oleh GPT-5 Pro. Selain itu, model ini juga menempati peringkat teratas di LMArena, sebuah tolok ukur berbasis penilaian manusia yang mengukur kepuasan pengguna.
Keunggulan fundamental yang menjadi tumpuan keyakinan Google adalah arsitektur *multimodal-native* Gemini 3. Model ini secara bawaan dirancang untuk memahami dan memproses informasi dari berbagai modalitas—teks, kode, gambar, audio, hingga video—secara mulus. Dalam pengujian, Gemini 3 menunjukkan peningkatan besar pada tes penalaran visual dan multimodal, seperti ARC-AGI-2 dan MMMU-Pro. Kemampuan ini memungkinkan model menghasilkan keluaran yang lebih terpadu, misalnya dengan menganalisis diagram atau menghasilkan keluaran visual + teks secara simultan.
Selain kemampuan analitis, Gemini 3 juga memperkenalkan “pengalaman generatif” baru yang memungkinkan model untuk secara langsung membuat animasi atau antarmuka pengguna (UI) interaktif di dalam peramban. Contoh yang didemonstrasikan adalah pembuatan kalkulator suku bunga yang sepenuhnya interaktif. Peningkatan ini, ditambah dengan kapabilitas agentic yang disempurnakan untuk menangani perintah multibahasa dan pencarian multi-langkah, menempatkan Gemini 3 sebagai alat yang sangat fungsional bagi pengembang dan pengguna korporat.
Aspek penting lainnya adalah jendela konteks (context window) yang masif. Gemini 3 Pro hadir dengan jendela konteks hingga 1 juta token, jauh lebih besar, yang memungkinkannya menyerap input dalam jumlah besar dan unggul dalam tugas pengambilan atau pemanggilan kembali informasi dari konteks yang sangat panjang (long-context retrieval), seperti dalam tolok ukur MRCR v2. Kombinasi kemampuan teknis ini dengan integrasi yang mendalam di seluruh ekosistem Google—termasuk Google Search, Google Workspace, dan Android—dipercaya akan membuat Gemini 3 menjadi asisten AI yang lebih dominan dalam utilitas sehari-hari, meskipun persaingan ketat dalam hal keandalan kode dengan model terspesialisasi seperti GPT-5.1-Codex-Max dari OpenAI masih terus berlangsung.