Teknologi

Ini yang Buat Google Yakin Gemini 3 Lampaui GPT 5.1 dan AI Lain.

Google yakin Gemini 3 lampaui GPT 5.1 dan AI lain berkat terobosan di penalaran tingkat PhD, multimodalitas asli, dan kemampuan agen otonom.

Jakarta · Friday, 28 November 2025 04:00 WITA · Dibaca: 25
Ini yang Buat Google Yakin Gemini 3 Lampaui GPT 5.1 dan AI Lain.

JAKARTA, JClarity – Google secara resmi meluncurkan model kecerdasan buatan (AI) terbarunya, Gemini 3, pada pertengahan November 2025, mengklaimnya sebagai sistem AI paling cerdas dan terdepan yang pernah dikembangkan. Keyakinan raksasa teknologi ini untuk melampaui para pesaing utama seperti GPT 5.1 dari OpenAI dan model frontier lainnya didasarkan pada serangkaian terobosan teknis signifikan, terutama dalam kemampuan penalaran, multimodalitas, dan arsitektur agen otonom.

Klaim superioritas Google ini didukung oleh hasil di berbagai papan peringkat AI global. Gemini 3 Pro, model unggulan dari seri ini, disebut berhasil menduduki puncak klasemen di LMArena Leaderboard dengan skor 1501, mengungguli model-model AI mutakhir lainnya. Kemenangan ini didorong oleh peningkatan masif dalam kemampuan penalaran tingkat tinggi atau reasoning power. Dalam tolok ukur 'Humanity's Last Exam', yang dirancang untuk menguji penalaran akademik tingkat doktoral, Gemini 3 Pro mencetak 37,5%, jauh di atas skor GPT-5.1 yang berada di angka 26,5%.

Salah satu pilar utama yang membuat Google begitu yakin adalah kemampuan Multimodalitas Asli (Native Multimodality) pada Gemini 3. Model ini dirancang untuk memproses dan menyintesis teks, gambar, video, audio, dan kode secara simultan, bukan secara terpisah. Kemampuan ini memungkinkan AI untuk melakukan tugas-tugas kompleks, seperti menganalisis video kuliah berjam-jam dan secara otomatis menghasilkan kartu belajar interaktif, atau bahkan menganalisis rekaman pertandingan olahraga untuk memberikan saran strategi permainan.

Selain itu, Google memperkenalkan konsep Generative Experiences. Fitur ini memungkinkan Gemini 3 untuk tidak hanya memberikan jawaban, tetapi juga menghasilkan antarmuka pengguna (UI) dan visualisasi interaktif secara langsung di dalam peramban. Contohnya, model ini dapat membuat kalkulator suku bunga yang berfungsi penuh atau tata letak visual bergaya majalah dengan tabel dan gambar yang dinamis hanya berdasarkan deskripsi perintah.

Secara arsitektural, Gemini 3 dibangun di atas infrastruktur Sparse Mixture-of-Experts (MoE) dan dilatih menggunakan Unit Pemrosesan Tensor (TPU) generasi terbaru milik Google. Model ini juga memiliki context window yang sangat besar, mencapai 1 juta token, menjadikannya lebih efisien dan andal dalam tugas-tugas yang melibatkan konteks panjang. Untuk tugas yang membutuhkan pemecahan masalah ekstrem, Google juga memperkenalkan varian Gemini 3 Deep Think, yang dirancang untuk melakukan 'monolog internal' (self-correction) guna memverifikasi logika sebelum memberikan respons akhir.

Kemampuan Agentic Power juga menjadi sorotan, dengan Gemini 3 diklaim mampu bertindak sebagai 'agen' yang dapat melaksanakan perintah multi-langkah yang kompleks. Dalam pengujian, model ini berhasil mensimulasikan pengoperasian bisnis selama setahun penuh, membuat keputusan yang cerdas, dan memaksimalkan keuntungan secara mandiri. Meskipun demikian, laporan internal menyoroti bahwa walaupun Gemini 3 unggul secara teknis di hampir semua tolok ukur, beberapa evaluasi independen mencatat bahwa GPT-5.1 masih lebih unggul dalam penalaran matematika murni dan logika pengkodean tertentu, menunjukkan persaingan di pasar AI masih sangat ketat.

Login IG