Teknologi

Indosat Jadi Jalur China Akses Chip Nvidia yang Diblokir AS

Indosat Ooredoo Hutchison dilaporkan menjadi perantara bagi startup AI China, INF Tech, untuk mengakses 2.304 chip Nvidia Blackwell yang diblokir AS melalui skema sewa cloud computing di Jakarta. Transaksi senilai $100 juta ini sah secara hukum.

Jakarta · Wednesday, 19 November 2025 16:00 WITA · Dibaca: 30
Indosat Jadi Jalur China Akses Chip Nvidia yang Diblokir AS

Jakarta, JClarity – Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), salah satu perusahaan telekomunikasi terkemuka di Indonesia, dilaporkan menjadi perantara utama bagi sebuah perusahaan rintisan (startup) kecerdasan buatan (AI) asal China untuk mengakses chip tercanggih Nvidia, seri Blackwell (GB200), yang saat ini dilarang penjualannya secara langsung ke China oleh pemerintah Amerika Serikat (AS).

Laporan investigasi dari media internasional The Wall Street Journal (WSJ) yang dipublikasikan baru-baru ini mengungkap alur transaksi multi-negara yang memanfaatkan celah dalam regulasi kontrol ekspor AS. Perusahaan AI China yang dimaksud, INF Tech yang berbasis di Shanghai, disebut berhasil mendapatkan akses komputasi dari 2.304 unit GPU Nvidia Blackwell melalui fasilitas cloud computing yang disewa dari Indosat di Jakarta. Chip Blackwell, yang dikenal memiliki kecepatan dan efisiensi jauh lebih tinggi dari generasi sebelumnya seperti H100, merupakan komponen krusial dalam pengembangan model bahasa besar (LLM) seperti GPT.

Proses transaksi dimulai di California, di mana Nvidia menjual chip terbarunya kepada Aivres Systems, mitra pembuat server AI yang berbasis di AS. Meskipun Aivres dilaporkan memiliki kaitan kepemilikan dengan Inspur, perusahaan teknologi China yang masuk daftar hitam AS, status Aivres sebagai perusahaan AS memungkinkannya melanjutkan penjualan ke negara lain asalkan mematuhi aturan ekspor AS. Selanjutnya, Indosat Ooredoo Hutchison mengakuisisi 32 rak server Nvidia GB200 dari Aivres, dengan nilai kesepakatan diperkirakan mencapai sekitar US$100 juta (sekitar Rp1,6 triliun).

Untuk merampungkan pembelian tersebut, Indosat disebut memerlukan komitmen transaksi dari pelanggannya, yakni INF Tech. Setelah kontrak ditandatangani, server-server berisi chip Blackwell tersebut telah terinstalasi di fasilitas pusat data Indosat di Jakarta pada sekitar Oktober 2025. INF Tech kemudian memperoleh akses dengan cara menyewa daya komputasi dari Indosat, dan bukan memiliki fisik chip tersebut. Skema penyewaan ini dinilai oleh para ahli hukum berada dalam koridor legal dan tidak melanggar hukum ekspor AS, meskipun secara substansi memungkinkan entitas China memanfaatkan teknologi yang dibatasi.

Menanggapi laporan tersebut, CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menegaskan bahwa perusahaannya terbuka untuk bekerja sama dengan perusahaan multinasional manapun. Ia juga menjamin bahwa setiap pelanggan internasional yang menggunakan layanan mereka, termasuk dari China atau AS, harus tunduk dan mematuhi semua regulasi yang berlaku. Sementara itu, INF Tech menyatakan kepada WSJ bahwa mereka mematuhi kontrol ekspor AS dan tidak terlibat dalam riset apapun yang berkaitan dengan militer.

Kasus ini menjadi sorotan global karena menunjukkan kompleksitas rantai pasok dan yurisdiksi pihak ketiga dalam menyiasati kebijakan kontrol ekspor AS yang bertujuan memperlambat kemajuan AI China. Walaupun Nvidia mengklaim tim kepatuhannya telah meninjau dan menyetujui penjualan ke mitranya (Aivres), insiden ini menyoroti bagaimana strategi multi-negara di era digital dapat melemahkan efektivitas pembatasan teknologi strategis.

Login IG