Saham

IHSG Turun 0,37% ke 8.227, Net Buy Asing Capai Rp 2,29 Triliun

IHSG ditutup melemah 0,37% ke level 8.227. Namun, investor asing mencatatkan net buy jumbo Rp 2,29 triliun, fokus pada saham blue chip seperti BBCA dan BBRI.

Jakarta · Tuesday, 14 October 2025 06:00 WITA · Dibaca: 38
IHSG Turun 0,37% ke 8.227, Net Buy Asing Capai Rp 2,29 Triliun

Jakarta, JClarity – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi perdagangan hari ini (13 Oktober 2025) di zona merah, melemah tipis 0,37% ke level 8.227,35. Pelemahan ini terjadi di tengah sentimen pasar yang terbagi, dengan investor domestik cenderung melakukan aksi ambil untung (profit taking), sementara investor asing justru mencatatkan pembelian bersih (net buy) yang sangat signifikan, mencapai angka fantastis Rp 2,29 triliun.

Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan bahwa transaksi harian pada penutupan sesi mencapai total nilai sekitar Rp 15,4 triliun. Anomali pergerakan indeks yang turun meski diiringi net buy jumbo ini mengindikasikan adanya tekanan jual yang kuat pada sejumlah saham lapis kedua dan ketiga, yang sebagian besar berhasil diredam oleh aksi borong saham berkapitalisasi besar (blue chip) oleh para investor global.

Analis Pasar Modal dari JClarity Research, Bima Satria, menjelaskan bahwa derasnya dana asing ini sebagian besar terfokus pada saham-saham sektor perbankan dan komoditas unggulan. “Dana asing yang masuk sebesar Rp 2,29 triliun dalam satu hari adalah sinyal kepercayaan yang kuat terhadap prospek ekonomi Indonesia, terlepas dari volatilitas jangka pendek yang mungkin dipicu oleh sentimen eksternal, seperti fluktuasi harga komoditas global atau kebijakan suku bunga The Fed,” ujar Bima.

Saham-saham yang menjadi target utama pembelian bersih asing hari ini antara lain PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), dan PT Astra International Tbk. (ASII). Ketiga emiten ini berperan sebagai penahan utama agar pelemahan IHSG tidak terjadi lebih dalam.

Di sisi lain, sektor-sektor yang mengalami tekanan jual terkuat dan menyeret IHSG ke zona merah adalah sektor Teknologi dan Properti, yang sebagian besar dipicu oleh aksi jual domestik. Sebanyak 320 saham tercatat melemah, mengungguli 198 saham yang menguat, dan 210 saham stagnan, mencerminkan adanya pelebaran jarak kinerja antara saham-saham utama (leading stocks) dan saham-saham lainnya.

Secara keseluruhan, meskipun IHSG ditutup melemah, arus modal asing yang masuk dalam jumlah besar ini memberikan fondasi yang kokoh bagi pasar modal Indonesia. Investor disarankan untuk tetap memantau perkembangan sentimen global serta fundamental emiten yang menjadi penopang utama indeks.

Login IG