Saham

IHSG Terkoreksi 0,8%: Saham Teknologi Anjlok, Investor Buru Aksi *Window Dressing* Akhir Tahun

IHSG terkoreksi 0,8% hingga level 7.250 akibat anjloknya saham teknologi. Investor kini mengalihkan fokus memburu saham blue chips untuk aksi window dressing akhir tahun.

Jakarta · Monday, 17 November 2025 17:42 WITA · Dibaca: 30
IHSG Terkoreksi 0,8%: Saham Teknologi Anjlok, Investor Buru Aksi *Window Dressing* Akhir Tahun

JAKARTA, JClarity – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup perdagangan hari ini dengan tekanan signifikan, terperosok hingga 0,8%. Koreksi tajam ini terutama dipicu oleh aksi jual besar-besaran pada saham-saham sektor teknologi dan sebagian sektor non-siklikal, seiring investor melakukan aksi ambil untung (profit taking) sebelum memasuki periode akhir tahun.

IHSG tercatat ditutup di level 7.250,54. Penurunan 0,80% ini menandai level terendah indeks dalam dua minggu terakhir. Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp12,7 triliun, dengan volume perdagangan mencapai 25,1 miliar saham. Data BEI mencatat, 381 saham mengalami penurunan, jauh melampaui 150 saham yang menguat. Tekanan jual asing (net foreign sell) turut membayangi, meskipun nilainya relatif terbatas di tengah dominasi transaksi domestik.

Sektor teknologi menjadi laggard utama, dengan indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) anjlok lebih dari 3%. Saham-saham andalan sektor ini, seperti PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), masing-masing terkoreksi lebih dari 4%, diikuti oleh saham bank digital PT Bank Jago Tbk (ARTO) yang jatuh di atas 5%. Sentimen global terkait kenaikan suku bunga acuan dan kekhawatiran valuasi yang terlalu tinggi disinyalir menjadi penyebab utama tekanan pada saham berbasis pertumbuhan (growth stocks) ini.

Di tengah pelemahan pasar, analis melihat adanya pergeseran fokus investor menjelang akhir tahun. Alih-alih merespons sentimen sektoral, perhatian kini tertuju pada potensi aksi *window dressing* oleh manajer investasi dan dana pensiun. *Window dressing* adalah strategi mempercantik portofolio sebelum laporan akhir tahun dengan mengakumulasi saham-saham unggulan (blue chips) yang memiliki kinerja fundamental kuat.

Analis Riset JClarity Sekuritas, Budi Santoso, menjelaskan bahwa saham-saham dari sektor perbankan dengan kapitalisasi pasar besar (Big Caps), seperti BBCA dan BBRI, serta beberapa emiten konsumer defensif (seperti UNVR dan ICBP), kini mulai diburu. "Meskipun IHSG terkoreksi, saham-saham unggulan yang menjadi target *window dressing* menunjukkan ketahanan relatif. Ini sinyal jelas bahwa *smart money* sedang berburu fundamental sebelum reli akhir tahun," ujar Budi.

Ke depan, pelaku pasar disarankan untuk mencermati level support IHSG di 7.200. Jika level ini mampu dipertahankan, potensi *rebound* didorong oleh *window dressing* masih terbuka lebar. Namun, volatilitas tetap diperkirakan terjadi, terutama pada saham-saham non-blue chip yang rentan terhadap aksi *profit taking* di sisa hari perdagangan tahun ini.

Login IG