Saham

IHSG Terjun Bebas 2,22%, Analis Ungkap Penyebabnya.

IHSG anjlok tajam 2,22% ke 7.944,29. Analis mengungkap penyebabnya adalah kombinasi sentimen global (US shutdown, tensi AS-China) dan kekhawatiran rilis investasi Q3.

Jakarta · Friday, 17 October 2025 16:00 WITA · Dibaca: 36
IHSG Terjun Bebas 2,22%, Analis Ungkap Penyebabnya.

Jakarta, JClarity – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup terjun bebas pada sesi pertama perdagangan Jumat (17/10/2025). Indeks acuan utama pasar modal Indonesia ini anjlok hingga 2,22%, membawa posisinya ke level 7.944,29.

Koreksi tajam ini membuat seluruh sektor yang tercatat di BEI ambruk. Tercatat, hingga penutupan sesi I, sebanyak 571 saham melemah, sementara hanya 118 saham yang menguat dan 115 saham stagnan. Penurunan signifikan ini memicu pertanyaan di kalangan investor mengenai sentimen apa yang begitu kuat menekan pasar domestik.

Analis Pasar mengungkapkan bahwa kejatuhan IHSG pada hari ini disebabkan oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menjelaskan bahwa sentimen dari luar negeri didominasi oleh kekhawatiran terkait kebijakan ekonomi global yang berasal dari Amerika Serikat (AS), termasuk isu US government shutdown, dan eskalasi tensi perdagangan antara AS dan China.

Senada dengan hal tersebut, Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, turut menyoroti sentimen global dari kekhawatiran di sektor perbankan AS yang masih membayangi. Selain itu, aksi profit taking di pasar saham domestik juga menjadi pemicu utama koreksi ini.

Sementara dari sentimen domestik, pasar mencermati hasil rilis investasi untuk kuartal III tahun 2025 yang diperkirakan akan terkontraksi. Ekspektasi negatif terhadap data ekonomi ini berpotensi memengaruhi pergerakan IHSG dalam jangka pendek. Pelaku pasar juga cenderung wait and see menyikapi ketidakpastian global yang masih tinggi.

Di sisi lain, aksi jual bersih (net sell) oleh investor asing juga tercatat mendominasi perdagangan, menambah tekanan pada IHSG. Volume transaksi perdagangan sepanjang sesi pertama tercatat melibatkan perpindahan saham dalam jumlah besar, menunjukkan derasnya arus modal keluar dari bursa Indonesia.

Login IG