IHSG Tembus Level Psikologis 7.300: Saham Bank BBRI dan BBCA Borong Cuan di Sesi Pagi
IHSG sukses menembus level psikologis 7.300 di sesi pagi, didorong oleh aksi beli masif asing pada saham-saham perbankan jumbo, terutama BBRI dan BBCA.
JAKARTA, JClarity – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berhasil mencatatkan kinerja impresif pada sesi perdagangan pagi hari ini, Jumat (10/10/2025), dengan menembus level psikologis krusial 7.300. Pencapaian ini terutama ditopang oleh aksi beli yang masif pada saham-saham perbankan berkapitalisasi pasar besar atau *big cap*, dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi motor penggerak utama indeks.
Hingga penutupan sesi I, IHSG terpantau menguat signifikan, melaju sekitar 0,85% ke posisi 7.315,45, setelah sempat menyentuh level tertinggi harian (intraday high) di 7.320,11. Reli ini terjadi di tengah sentimen positif global dan stabilitas ekonomi domestik, yang memicu minat investasi pada aset-aset berisiko di pasar modal. Menurut data transaksi, sektor finansial menjadi penyumbang kenaikan terbesar, dengan lonjakan lebih dari 1,5%.
Kinerja cemerlang indeks tak lepas dari kontribusi dua bank raksasa tersebut. Saham BBRI, yang merupakan salah satu penopang utama IHSG, terpantau melonjak 2,5% mencapai harga Rp 6.175 per saham, menyumbang puluhan poin bagi penguatan indeks. Sementara itu, BBCA, bank swasta terbesar di Indonesia, juga menunjukkan penguatan solid sebesar 1,8% ke level Rp 9.850 per saham. Aksi 'borong cuan' ini, terutama oleh investor asing yang mencatatkan *net buy* (beli bersih) pada kedua saham tersebut, semakin mempertegas dominasi emiten perbankan dalam mengerek kinerja IHSG.
Analis pasar modal dari J-Clarity Research, Bima Satria, menyoroti bahwa tembusnya level 7.300 memberikan sinyal positif yang kuat bagi keberlanjutan *uptrend* pasar. "Level 7.300 telah lama menjadi area resistensi penting. Keberhasilan penembusan ini, didukung oleh fundamental perbankan yang kokoh seperti BBRI dan BBCA, mengindikasikan bahwa investor percaya pada prospek laba kuartal mendatang dan ketahanan sektor keuangan Indonesia," jelas Bima. Ia menambahkan, sentimen positif juga datang dari ekspektasi kebijakan suku bunga acuan domestik yang mulai stabil.
Ke depan, para investor disarankan untuk memperhatikan level support baru di kisaran 7.300. Jika level ini mampu dipertahankan, IHSG berpotensi menguji resistensi selanjutnya di area 7.400–7.450. Namun, perlu dicermati bahwa kenaikan tajam di sesi pagi juga diikuti dengan potensi aksi ambil untung (*profit taking*) menjelang penutupan pasar, terutama setelah mencapai puncak *all-time high* (jika merupakan rekor baru).