IHSG Tembus 8.416: Saham DSSA, SCMA, dan AKRA Memimpin Kenaikan Tertinggi (Top Gainers LQ45)
IHSG sentuh rekor 8.416,88 (naik 0,55%) dipimpin saham DSSA (+6,58%), SCMA (+5,81%) karena cum-dividen, dan AKRA (+3,66%) berkat kinerja solid. Asing net buy Rp 710 M.
JAKARTA, JClarity – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mencatatkan kinerja impresif pada penutupan perdagangan Senin (17/11/2025). Indeks acuan tersebut berhasil menembus level psikologis baru, ditutup menguat 0,55% atau 46,44 poin ke posisi 8.416,88. Kenaikan signifikan ini terutama didorong oleh lonjakan saham-saham berkapitalisasi besar yang tergabung dalam indeks LQ45, dengan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Surya Citra Media Tbk (SCMA), dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) menjadi tiga pencetak keuntungan tertinggi (Top Gainers).
Performa positif IHSG didukung oleh nilai transaksi yang ramai, dengan total volume perdagangan mencapai 39,80 miliar saham dan nilai transaksi mencapai Rp 20,36 triliun. Sebanyak 354 saham terpantau menguat, sementara 287 saham melemah, dan 173 saham stagnan. Sentimen positif pasar juga diperkuat oleh masuknya modal asing, di mana investor asing mencatat net buy atau beli bersih hingga Rp 710,06 miliar pada perdagangan hari ini.
Penguatan IHSG disokong oleh enam indeks sektoral yang bergerak di zona hijau. Sektor properti dan real estat menjadi pemimpin penguatan, melesat 2,41%, diikuti oleh sektor barang konsumen siklikal yang tumbuh 2,03%, serta sektor energi yang mencatatkan kenaikan 0,91%. Sebaliknya, sektor barang baku mengalami koreksi terdalam sebesar 2,06%.
Secara rinci, DSSA memimpin daftar Top Gainers LQ45 dengan kenaikan fantastis sebesar 6,58%. Saham yang terafiliasi dengan grup Sinarmas ini, dengan bisnis utamanya di bidang energi dan infrastruktur, menjadi kontributor penguatan indeks terbesar, menyumbang lebih dari 22 poin. Kinerja solid dari perusahaan big cap di sektor energi ini menarik minat beli yang masif, meskipun tidak didukung oleh aksi korporasi spesifik yang diumumkan pada hari tersebut.
Di posisi kedua, saham SCMA melonjak 5,81%. Kenaikan ini didorong oleh aksi investor memburu saham menjelang tanggal cum dividen (periode terakhir untuk membeli saham yang berhak atas dividen) di pasar reguler dan negosiasi yang ditetapkan pada Selasa, 18 November 2025. Perseroan diketahui berencana membagikan dividen interim senilai total Rp 571,20 miliar, atau Rp 9 per lembar saham.
Sementara itu, AKRA mengamankan posisi ketiga LQ45 Top Gainers setelah menguat 3,66%. Kinerja AKRA didukung oleh sentimen positif yang berkelanjutan dari laporan keuangan Kuartal III-2025 yang solid, di mana perseroan mencatat kenaikan laba bersih hingga 12,29% secara tahunan (YoY). Laba ini didorong oleh peningkatan signifikan pendapatan berulang (recurring income) dari layanan utilitas di kawasan industri terintegrasi Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE).
Di sisi lain, saham-saham yang menjadi Top Losers LQ45 meliputi PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) yang anjlok 7,87%, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) terkoreksi 6,22%, dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) melemah 4,62%.