IHSG Tancap Gas, 5 Saham Ngamuk hingga 34%
IHSG ditutup menguat signifikan hari ini, didorong sentimen global. Lima saham mencatatkan kenaikan fantastis, dengan salah satunya melambung 34% menyentuh batas ARA.
Jakarta, JClarity – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup sesi perdagangan hari ini dengan kinerja impresif, menunjukkan kekuatan fundamental pasar modal domestik yang didorong oleh sentimen positif dari bursa regional dan aktivitas *net buy* asing yang signifikan. Indeks acuan tersebut berhasil "tancap gas" dengan kenaikan sebesar 1,25%, menembus level psikologis baru di 7.150.
Di tengah euforia kenaikan IHSG yang solid, perhatian investor tersedot pada sejumlah saham yang mencatatkan lonjakan harga ekstrem. Setidaknya lima saham mencatatkan penguatan yang luar biasa, bahkan ada yang menyentuh batas Auto Rejection Atas (ARA) dengan kenaikan hingga 34,00%.
Pergerakan fantastis ini didukung oleh total nilai transaksi yang mencapai Rp 15,2 triliun. Sektor teknologi, energi, dan komoditas menjadi motor utama kenaikan, didukung oleh optimisme investor terhadap potensi pemulihan ekonomi yang lebih cepat.
Lima saham yang mencatatkan lonjakan harga paling agresif atau yang disebut "ngamuk" tersebut dipimpin oleh saham *small-cap* di sektor properti, PT Properti Laju Tbk. (PRPL) yang melambung 34,00% menyentuh harga Rp 185 per saham. Kenaikan drastis ini disinyalir dipicu oleh rumor akuisisi strategis dan sentimen positif dari hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) perusahaan.
Selain PRPL, empat saham lain juga mencatatkan penguatan signifikan. Di antaranya adalah PT Energi Terbarukan Prima Tbk. (ETP) yang melonjak 25,00%, PT Ritel Konsumsi Indonesia Tbk. (RKON) yang menguat 18,00%, diikuti oleh PT Tambang Baja Global Tbk. (TBG) dengan kenaikan 15,00%, dan PT Jasa Logistik Cepat Tbk. (JLC) yang merangkak naik 10,00%.
Analis Pasar Modal dari J-Clarity Research, Dr. Mira Santika, mengingatkan agar investor tetap waspada. "Kenaikan yang terlalu tajam, terutama pada saham dengan kapitalisasi pasar kecil dan menengah, seringkali didorong oleh spekulasi dan likuiditas yang terbatas. Investor harus senantiasa melakukan analisis fundamental dan teknikal yang mendalam sebelum masuk ke saham-saham yang telah mengalami kenaikan drastis untuk menghindari risiko koreksi mendadak," jelasnya.
Secara keseluruhan, meskipun pasar modal menunjukkan performa yang kuat dan *bullish*, kehati-hatian tetap menjadi kunci, terutama dalam menyikapi reli harga saham yang tidak didukung oleh laporan keuangan terbaru. Investor disarankan untuk mengelola risiko portofolio secara cermat dalam menghadapi volatilitas pasar menjelang penutupan kuartal ini.