Saham

IHSG Tancap Gas, 5 Saham Beterbangan hingga 34%

IHSG berhasil ditutup menguat ke level 8.660,5, didorong oleh sektor barang baku. Lima saham mencatat kenaikan drastis, dengan satu emiten terbang hingga 34,6%.

JAKARTA · Friday, 12 December 2025 20:00 WITA · Dibaca: 33
IHSG Tancap Gas, 5 Saham Beterbangan hingga 34%

JAKARTA, JClarity – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup perdagangan akhir pekan dengan capaian positif, berhasil tancap gas di tengah sentimen pasar yang fluktuatif. Pada penutupan perdagangan Jumat (12/12/2025), IHSG parkir di level 8.660,5, menguat tipis sebesar 0,46% atau naik 40,02 poin.

Kinerja impresif ini didukung oleh nilai transaksi yang tinggi, mencapai Rp 29,76 triliun, melibatkan lebih dari 50,85 miliar lembar saham. Meskipun penguatan indeks secara keseluruhan moderat, euforia terjadi pada sejumlah saham individual, terutama di sektor barang baku yang memimpin penguatan sektoral hingga 5,52%. Tercatat, investor asing membukukan aksi beli bersih (net buy) sebesar Rp 283,92 miliar, menjadi salah satu penopang utama kenaikan indeks.

Sorotan utama tertuju pada deretan saham yang mencatatkan lonjakan harga signifikan, bahkan hingga menyentuh batas Auto Rejection Atas (ARA). Fenomena ini menegaskan adanya pergerakan harga yang masif pada saham-saham lapis dua dan lapis tiga. Secara keseluruhan, lima saham tercatat 'beterbangan' dengan kenaikan paling drastis, dipimpin oleh:

  • PT Citatah Tbk. (CTTH) yang melesat 34,6%.
  • PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) dengan kenaikan 24,87%.
  • PT Archi Indonesia Tbk. (ARCI) melonjak 24,73%.
  • PT Kioson Komersial Indonesia Tbk. (KIOS) yang juga mencatatkan kenaikan lebih dari 34% di awal pekan.
  • PT Abadi Lestari Indonesia Tbk. (RLCO) yang menguat sekitar 24,82%.

Mayoritas saham-saham dengan kenaikan tertinggi ini berasal dari sektor pertambangan dan barang baku, menunjukkan minat investor yang kuat terhadap komoditas di akhir tahun. Saham Grup Bakrie, seperti BRMS dan BUMI, juga kembali menjadi pendorong nilai transaksi terbesar di pasar.

Analis pasar modal mencermati bahwa meskipun IHSG mencetak rekor all-time high (ATH) baru pada November 2025 di level 8.602,13, lonjakan tajam pada saham-saham individual perlu diwaspadai. Kenaikan drastis hingga menyentuh ARA harus diiringi dengan fundamental perusahaan yang solid agar tidak hanya bersifat spekulatif. Investor disarankan untuk tetap melakukan analisis mendalam dan mempertimbangkan prospek jangka panjang di tengah ketidakpastian sentimen global, termasuk isu kesepakatan dagang AS dan Indonesia yang sempat menimbulkan kecemasan.

Login IG