Saham

IHSG Rontok, Asing Diam-Diam Borong Saham Satu Emiten Ini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok lebih dari 4% pekan lalu, namun investor asing mencatatkan net buy jumbo di saham PT Capital Financial Indonesia Tbk (CASA).

Jakarta · Monday, 20 October 2025 14:00 WITA · Dibaca: 65
IHSG Rontok, Asing Diam-Diam Borong Saham Satu Emiten Ini

Jakarta, JClarity – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan jual yang masif dan ditutup anjlok tajam sepanjang pekan perdagangan 13 hingga 17 Oktober 2025. Namun, di tengah kepanikan pasar tersebut, investor asing justru mencatatkan aksi beli bersih (net foreign buy) yang terfokus pada satu emiten saja, yakni PT Capital Financial Indonesia Tbk (CASA), dengan nilai transaksi jumbo yang mencapai triliunan Rupiah.

Performa IHSG dalam periode tersebut menunjukkan koreksi yang signifikan, di mana indeks parkir di level 7.915,66 pada penutupan Jumat (17/10/2025), setelah terkoreksi 4,14% dalam sepekan. Koreksi ini ditengarai oleh sentimen global, termasuk ketegangan perdagangan internasional dan risiko kredit perbankan, yang memicu aksi jual dari investor, khususnya pada saham-saham berkapitalisasi besar (big cap).

Meskipun demikian, data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat total net foreign buy di seluruh pasar sepanjang pekan lalu mencapai Rp1,94 triliun. Nilai beli bersih ini secara dominan disumbang oleh transaksi besar di saham CASA. Secara rinci, emiten yang bergerak di sektor jasa keuangan dan induk dari Bank Capital (BACA) tersebut menjadi primadona asing dengan total akumulasi mencapai Rp5,66 triliun dalam sepekan.

Aksi borong saham CASA oleh investor asing ini sebagian besar terjadi di pasar negosiasi melalui dua kali transaksi jumbo yang masing-masing bernilai sekitar Rp2,8 triliun. Transaksi di pasar negosiasi—yang seringkali melibatkan kesepakatan antara investor strategis dan bersifat block trade—inilah yang menjadikan aksi beli tersebut terkesan 'diam-diam' karena tidak memengaruhi pergerakan harga secara langsung di pasar reguler.

Kontrasnya, di pasar reguler, investor asing justru masih mencatatkan aksi jual bersih (net foreign sell), misalnya sebesar Rp304,03 miliar pada hari Jumat (17/10/2025). Bahkan, saham-saham perbankan jumbo seperti BBRI, BMRI, dan BBCA justru menjadi sasaran jual asing tertinggi di pasar reguler.

Fenomena ini mengindikasikan bahwa sementara mayoritas investor asing menahan diri atau melakukan profit taking di pasar reguler seiring pelemahan IHSG, akumulasi besar-besaran di CASA lebih dipandang sebagai masuknya investor strategis jangka panjang atau bagian dari restrukturisasi kepemilikan. Analis melihat aksi bottom fishing seperti ini mencerminkan keyakinan dana asing terhadap prospek jangka menengah emiten tertentu, terlepas dari volatilitas pasar jangka pendek.

Login IG