IHSG Rentan Terkoreksi Hari Ini (17/11), Simak Saham Pilihan Analis untuk Cuan
Analisis IHSG 17/11: Indeks diprediksi melemah karena tekanan global dan profit taking. Simak rekomendasi saham buy on weakness seperti BBRI, TLKM, ANTM, dan TPIA untuk potensi cuan hari ini.
JAKARTA, JClarity – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia diproyeksikan bergerak di zona merah pada perdagangan awal pekan ini, Senin (17/11/2025). Sentimen negatif dari bursa global, khususnya Wall Street yang ditutup melemah, serta aksi ambil untung (profit taking) di pasar domestik menjadi faktor utama yang menekan pergerakan indeks.
Analis Riset Sekuritas Aulia Manaf memperkirakan IHSG akan berada dalam rentang pergerakan yang cukup ketat dengan kecenderungan melemah. Level support kuat indeks berada di 7.150, sementara level resistance terdekat berada pada 7.280. “Investor perlu mewaspadai adanya pergeseran sentimen dari risk-on menjadi risk-off, seiring dengan kekhawatiran global terhadap laju inflasi dan potensi kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat,” ujarnya.
Secara teknikal, pergerakan IHSG pada perdagangan sebelumnya, yang ditutup menguat tipis, menunjukkan sinyal jenuh beli pada beberapa saham unggulan (blue chip). Kondisi ini membuka peluang terjadinya koreksi sehat (healthy correction) pada sesi perdagangan hari ini. Volume transaksi yang cenderung menurun juga mengindikasikan kehati-hatian investor menjelang rilis data ekonomi penting domestik.
Meskipun pasar secara keseluruhan rentan terkoreksi, Manaf menyarankan strategi buy on weakness (beli saat melemah) pada saham-saham dengan fundamental kuat dan valuasi yang masih menarik. Strategi ini diharapkan mampu memberikan peluang cuan bagi investor jangka pendek maupun jangka menengah.
Beberapa saham yang menjadi pilihan utama analis untuk dikoleksi pada hari ini, antara lain:
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI): Direkomendasikan Buy on Weakness. Saham perbankan besar ini dinilai defensif di tengah volatilitas pasar. Target harga jangka pendek dipasang pada level Rp 5.500.
- PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM): Direkomendasikan Accumulate. Sektor telekomunikasi tetap stabil dan menjadi pilihan aman (safe haven). Target harga berada di Rp 4.250.
- PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM): Direkomendasikan Trading Buy. Sentimen positif dari harga komoditas global, khususnya nikel dan emas, dapat menjadi pendorong kenaikan. Level Stop Loss ketat disarankan pada Rp 1.680.
- PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA): Direkomendasikan Speculative Buy. Saham siklikal ini menarik untuk spekulasi jangka pendek, didukung oleh prospek perbaikan permintaan industri.
Investor disarankan untuk tetap disiplin dengan manajemen risiko, membatasi potensi kerugian (stop loss), dan merealisasikan keuntungan (profit taking) secara cepat jika target harga telah tercapai, mengingat ketidakpastian pasar masih cukup tinggi.