Saham

IHSG Rebound Fantastis di Sesi Pertama 16 Oktober 2025, Tembus Level 8.125

IHSG rebound fantastis di sesi pertama 16 Oktober 2025, melesat 1,56% tembus level 8.125,45. Didorong net buy asing dan prospek laporan keuangan positif.

Jakarta · Friday, 17 October 2025 00:00 WITA · Dibaca: 40
IHSG Rebound Fantastis di Sesi Pertama 16 Oktober 2025, Tembus Level 8.125

JAKARTA, JClarity – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kinerja fenomenal di sesi perdagangan pertama Kamis, 16 Oktober 2025. Indeks acuan pasar modal Indonesia ini berhasil melesat tajam, menembus level psikologis baru 8.125,45, menandai kenaikan harian tertinggi dalam dua bulan terakhir.

Pada penutupan sesi pertama pukul 11.30 WIB, IHSG ditutup menguat 1,56% atau setara 124,95 poin, dari penutupan Rabu (15/10) di level 8.000,50. Kenaikan fantastis ini didukung oleh aksi beli masif yang didominasi oleh investor institusi dan asing. Total nilai transaksi tercatat mencapai Rp 7,8 triliun, dengan volume perdagangan mencapai 12,5 miliar lembar saham.

Sentimen positif ini didorong oleh beberapa faktor kunci, baik dari eksternal maupun domestik. Dari sisi global, pasar merespons positif kenaikan bursa Wall Street menyusul rilis data ekonomi AS yang lebih baik dari perkiraan, meredakan kekhawatiran resesi. Sementara di dalam negeri, pelaku pasar mengapresiasi stabilitas nilai tukar Rupiah dan prospek positif laporan keuangan Kuartal III 2025 dari emiten-emiten berkapitalisasi pasar besar (big cap).

Investor asing, yang sebelumnya sempat mencatatkan net sell, kini kembali membukukan net buy signifikan senilai Rp 550 miliar. Saham-saham dari sektor perbankan dan energi menjadi motor utama penguatan indeks, dengan BBCA, BBRI, dan ADRO memimpin daftar saham blue chip yang paling banyak diburu.

Analis Pasar Modal dari JClarity Research, Arya Senjaya, menyatakan bahwa pasar telah selesai mendiskon risiko politik jangka pendek dan beralih fokus pada fundamental korporasi yang kuat. “Level 8.125, yang merupakan rekor baru, menunjukkan optimisme bahwa Indonesia tetap menjadi destinasi investasi utama di kawasan, didukung oleh pertumbuhan PDB yang solid,” ujar Senjaya. Ia menambahkan, resisten berikutnya yang akan diuji IHSG pada sesi kedua berada di kisaran 8.150.

Meskipun demikian, investor diimbau untuk mencermati potensi volatilitas menjelang rilis data inflasi dan keputusan suku bunga Bank Indonesia yang akan datang, yang akan menjadi penentu arah pasar di akhir Oktober.

Login IG