Saham

IHSG Parkir di Zona Hijau, Saham BBCA-BBRI 'Topang' Indeks Jauhi Level Kritis 7.300.

IHSG parkir di zona hijau menembus 8.100, didukung utama oleh BBCA, menjauhi level kritis 7.300. Simak analisis dan pergerakan BBRI hari ini.

Jakarta · Monday, 29 September 2025 13:57 WITA · Dibaca: 66
IHSG Parkir di Zona Hijau, Saham BBCA-BBRI 'Topang' Indeks Jauhi Level Kritis 7.300.

JAKARTA, JClarity – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mempertahankan posisinya di zona hijau pada perdagangan awal pekan, menunjukkan momentum *bullish* yang kuat dan menjauhi level-level krusial yang lebih rendah. Indeks berhasil menembus level 8.100, didorong oleh aksi beli pada saham-saham berkapitalisasi besar (*big caps*), terutama dari sektor perbankan, yang dipimpin oleh PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

Mengacu pada data perdagangan, pada sesi I Senin, 29 September 2025, IHSG parkir di level 8.146,95. Posisi ini mencerminkan penguatan signifikan sebesar 0,59% atau naik 47,62 poin dari penutupan sebelumnya. Kenaikan ini memperkuat posisi indeks jauh di atas level psikologis 8.000, serta meninggalkan jauh proyeksi koreksi menuju level 7.300 yang sempat menjadi kekhawatiran pasar beberapa waktu lalu.

Pergerakan indeks yang positif ini diwarnai oleh nilai transaksi yang solid, mencapai Rp12,9 triliun pada jeda siang, dengan volume perdagangan mencapai 26,46 miliar saham yang berpindah tangan. Kenaikan hari ini juga ditopang oleh kapitalisasi pasar BEI yang tembus angka Rp15.000 triliun.

Penguatan Indeks secara keseluruhan mendapat sokongan kuat dari emiten perbankan, meskipun pergerakannya bervariasi. Saham BBCA menjadi motor penguatan utama, melesat 1,64% ke level Rp7.750 per saham pada sesi pagi. Kontribusi positif dari BBCA ini menjadi penyeimbang, mengingat saham perbankan besar lainnya, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), justru mencatatkan koreksi 1,24% ke level Rp3.990 per saham akibat tekanan jual.

Selain BBCA, sentimen positif juga datang dari sektor lain, terutama saham-saham energi dan infrastruktur. Di sisi sektoral, hanya tiga sektor yang berada di zona merah, sementara sektor utilitas memimpin penguatan, diikuti oleh bahan baku dan properti.

Analis pasar menilai tren positif IHSG dalam jangka menengah masih terjaga, meskipun investor diimbau untuk waspada terhadap sentimen eksternal, terutama yang berkaitan dengan kebijakan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) dan tekanan pada nilai tukar Rupiah. Investor disarankan untuk mencermati level *support* kritis di kisaran 8.005, sementara *resistance* jangka pendek berada di 8.162, yang berpotensi diuji ulang jika momentum beli terus berlanjut.

Login IG