Saham

IHSG Paling Perkasa di Asia, Terbang 4,29% Saat Bursa Lain Rontok

IHSG mencetak rekor fantastis dengan lonjakan 4,29% pada penutupan perdagangan, menjadikannya bursa paling unggul di Asia saat bursa lain alami kerugian.

JAKARTA · Saturday, 29 November 2025 16:00 WITA · Dibaca: 41
IHSG Paling Perkasa di Asia, Terbang 4,29% Saat Bursa Lain Rontok

JAKARTA, JClarity – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia mencatatkan kinerja luar biasa pada penutupan perdagangan hari ini, Jumat (29/11). Indeks acuan domestik tersebut melonjak signifikan, bahkan menjadi yang paling perkasa di kawasan Asia setelah membukukan kenaikan tajam sebesar 4,29%, sementara mayoritas bursa regional justru terperosok ke zona merah.

Kenaikan masif ini mengukuhkan posisi Indonesia sebagai magnet investasi di tengah sentimen global yang penuh gejolak. Lonjakan 4,29% tersebut menempatkan IHSG jauh di atas pergerakan indeks-indeks utama di Asia. Sebagai perbandingan, bursa regional terpantau melemah. Indeks Nikkei 225 di Jepang dilaporkan terkoreksi tipis, sementara indeks Hang Seng di Hong Kong dan Kospi di Korea Selatan mencatatkan penurunan yang lebih dalam, tertekan oleh kekhawatiran geopolitik dan data ekonomi yang mengecewakan di kawasan tersebut.

Analis pasar menilai, fenomena 'IHSG paling perkasa' ini didorong oleh kombinasi katalis positif, baik dari sentimen global maupun fundamental domestik yang sangat kuat. Faktor utama pendorongnya adalah derasnya arus dana investor asing yang mencatatkan beli bersih (net buy) yang signifikan, menggarisbawahi kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia. Pergerakan ini juga didukung oleh optimisme pasar yang kembali meningkat terkait kemungkinan Federal Reserve (The Fed) akan segera memangkas suku bunga acuan pada pertemuan Desember mendatang.

Di sisi domestik, kinerja solid emiten-emiten berkapitalisasi besar (big caps) dari sektor unggulan menjadi lokomotif penguatan indeks. Saham-saham dari sektor properti, infrastruktur, dan energi terpantau melesat tinggi. Selain itu, ekspektasi terhadap pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang tetap solid di atas 5% dan kondisi inflasi yang terkendali memberikan landasan kuat bagi kenaikan berkelanjutan di pasar modal.

Kepala Riset salah satu sekuritas di Jakarta menyebut, kenaikan dramatis ini bisa menjadi sinyal awal dimulainya Santa Claus Rally yang lebih awal dari perkiraan. Ia juga memproyeksikan, dengan momentum sekuat ini, IHSG berpotensi menguji level psikologis 9.000 sebelum akhir tahun 2025. Namun demikian, pelaku pasar diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi aksi ambil untung (profit taking) jangka pendek mengingat lonjakan yang sangat tinggi dalam waktu singkat.

Login IG