Saham

IHSG Merosot 4,14%, Cermati Saham-Saham Net Buy Terbesar Asing Selama Sepekan Ini

IHSG anjlok 4,14% dalam sepekan (13-17 Okt 2025) akibat sentimen global dan profit taking. Cermati saham big cap (BBCA, BBRI, TLKM) yang diakumulasi asing.

Jakarta · Sunday, 19 October 2025 13:00 WITA · Dibaca: 54
IHSG Merosot 4,14%, Cermati Saham-Saham Net Buy Terbesar Asing Selama Sepekan Ini

JAKARTA, JClarity – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup pekan perdagangan 13-17 Oktober 2025 dengan kinerja yang sangat tertekan. Indeks acuan tersebut ambles signifikan sebesar 4,14% dalam lima hari perdagangan, ditutup pada level 7.850,58 pada Jumat (17/10), meninggalkan level psikologis 8.000 yang sempat dipertahankan pada awal pekan.

Pelemahan tajam IHSG ini terutama dipicu oleh kombinasi sentimen negatif global dan aksi ambil untung (profit taking) di pasar domestik. Dari eksternal, tensi perang dagang yang kembali memanas antara Amerika Serikat dan Tiongkok, termasuk ancaman kenaikan tarif, telah memicu sentimen risk-off global, mendorong investor menarik dana dari aset berisiko. Selain itu, penguatan indeks Dolar AS menunjukkan pergeseran modal global ke aset yang lebih aman, yang memperburuk arus modal keluar (outflow) dari pasar negara berkembang seperti Indonesia.

Sepanjang pekan ini, tekanan jual investor asing mendominasi. Berdasarkan data BEI, investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) yang masif di seluruh pasar, mencapai total sekitar Rp 5,1 triliun. Namun, di tengah banjir darah di pasar, terjadi anomali menarik. Investor asing secara selektif dan agresif justru melakukan aksi beli bersih (net buy) pada sejumlah saham unggulan (blue chip) dengan fundamental yang kuat, menunjukkan strategi 'buying on weakness' atau optimisme jangka panjang.

Total net buy terbesar asing selama sepekan ini terfokus pada sektor perbankan dan telekomunikasi. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi juara akumulasi dengan nilai net buy mencapai Rp 890 miliar. Diikuti oleh PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang dikoleksi asing sebesar Rp 625 miliar, dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dengan nilai net buy Rp 350 miliar. Selain itu, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) juga masuk daftar sasaran akumulasi asing dengan nilai yang signifikan.

Kepala Riset JClarity, Dinar Kencana, menilai bahwa akumulasi yang terpusat pada saham-saham big cap ini mengindikasikan bahwa koreksi IHSG dipandang sebagai peluang oleh investor asing untuk masuk kembali pada harga yang lebih murah. “Investor global melihat saham perbankan dan telekomunikasi Indonesia sebagai benteng pertahanan, yang relatif tahan terhadap gejolak global karena didukung kinerja laba yang solid dan potensi pertumbuhan domestik. Aksi net buy ini adalah sinyal kepercayaan pada prospek ekonomi Indonesia jangka menengah dan panjang,” ujar Dinar.

Untuk pekan berikutnya, pelaku pasar disarankan untuk mencermati perkembangan geopolitik global, terutama dari kebijakan suku bunga The Fed dan tensi AS-China. Secara teknikal, level 7.800 menjadi support krusial bagi IHSG. Apabila level ini mampu bertahan, potensi rebound menuju 8.000 terbuka lebar; namun, penembusan ke bawah dapat memperpanjang fase konsolidasi bearish.

Login IG