Saham

IHSG Meroket 1,5% di Penutupan 12 November 2025: Saham Teknologi dan Perbankan Jadi Motor Utama.

IHSG meroket 1,5% ke 7.615,5 pada 12 November 2025. Saham teknologi dan perbankan jadi motor utama penguatan didukung net foreign buy Rp850 M. Analisis.

Jakarta · Wednesday, 12 November 2025 12:00 WITA · Dibaca: 53
IHSG Meroket 1,5% di Penutupan 12 November 2025: Saham Teknologi dan Perbankan Jadi Motor Utama.

Jakarta, JClarity – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup perdagangan hari ini, Selasa (12/11/2025), dengan performa yang sangat impresif. IHSG berhasil melonjak signifikan sebesar 1,50% atau bertambah 112,5 poin ke level penutupan 7.615,5, menjadikannya level penutupan tertinggi dalam dua bulan terakhir. Penguatan ini didorong oleh aksi beli masif, baik oleh investor domestik maupun asing, yang terutama menyasar saham-saham dari sektor teknologi dan perbankan.

Volume transaksi harian tercatat mencapai 32,5 miliar lembar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp18,7 triliun. Data dari BEI menunjukkan bahwa investor asing membukukan aksi beli bersih (net foreign buy) yang substansial, mencapai Rp850 miliar di seluruh pasar, menandakan kepercayaan yang tinggi terhadap prospek ekonomi Indonesia menjelang akhir tahun.

Sektor perbankan, khususnya saham-saham berkapitalisasi besar (big caps), menjadi pendorong utama lonjakan indeks. Saham-saham seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI kompak ditutup menghijau, dengan kenaikan rata-rata di atas 2%. Performa sektor ini disinyalir merespons positif data pertumbuhan kredit perbankan yang dirilis Bank Indonesia (BI) pada pekan lalu, yang menunjukkan ekspansi yang kuat dan solidnya fundamental sistem keuangan nasional. Beberapa analis juga menyebutkan antisipasi rilis kinerja Kuartal IV 2025 yang diperkirakan akan mencatat rekor laba bersih baru.

Sementara itu, sektor teknologi juga menunjukkan taji setelah sempat mengalami tekanan. Saham-saham di ekosistem digital dan teknologi, seperti GOTO dan BUKA, ditutup menguat signifikan hingga menyentuh batas Auto Rejection Atas (ARA) untuk beberapa saham, didorong oleh sentimen positif dari strategi monetisasi yang lebih jelas dan suntikan modal strategis yang diumumkan oleh salah satu unicorn besar. Sentimen global dari reli saham teknologi di Wall Street juga turut memberikan energi positif bagi pergerakan saham teknologi domestik.

“Kenaikan 1,5% IHSG hari ini adalah cerminan optimisme pasar terhadap stabilitas makroekonomi Indonesia di tengah gejolak global. Saham perbankan adalah blue chip yang terbukti tangguh, sementara teknologi mulai dilirik kembali seiring fundamental bisnis yang semakin matang,” ujar Adi Nugroho, Kepala Ekonom dari PT Investama Sekuritas, dalam wawancara terpisah. Ia menambahkan, pasar kini menanti hasil Rapat Dewan Gubernur BI berikutnya dan kebijakan fiskal pemerintah untuk tahun 2026 sebagai panduan investasi jangka pendek.

Dengan penutupan yang kuat ini, para pelaku pasar memperkirakan momentum kenaikan IHSG dapat berlanjut pada perdagangan esok hari, didukung oleh likuiditas yang cukup besar dan sentimen positif dari pasar regional.

Login IG