IHSG Merah Lagi! Saham PGEO, JPFA, dan ISAT Jadi Top Losers Hari Ini
IHSG Kamis (13/11/2025) ditutup merah, turun 0,20% ke 8.371,99. Saham PGEO (-2,82%), JPFA (-2,79%), dan ISAT (-2,78%) jadi top losers LQ45. Rupiah ikut melemah.
JAKARTA, JClarity – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menutup perdagangan di zona merah pada hari ini, Kamis (13/11/2025), melanjutkan tren tekanan jual yang mewarnai bursa saham nasional. Indeks acuan tersebut tercatat terkoreksi tipis sebesar 0,20% atau setara 16,56 poin, mengakhiri sesi di level 8.371,99. Tekanan jual pada pasar modal domestik tak lepas dari kinerja buruk saham-saham unggulan, di mana PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), dan PT Indosat Tbk (ISAT) menjadi tiga saham dengan pelemahan terdalam di indeks LQ45 hari ini.
Secara keseluruhan, aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada penutupan hari ini cukup ramai, dengan total volume saham yang diperdagangkan mencapai 58,75 miliar lembar dan nilai transaksi menembus Rp 23,64 triliun. Data mencatat, terdapat 314 saham yang melemah, sedikit diimbangi oleh 345 saham yang berhasil menguat, serta 154 saham yang stagnan. Pelemahan IHSG secara sektoral didorong oleh lima indeks yang terkoreksi, dipimpin oleh sektor perindustrian yang anjlok 1,50% dan sektor teknologi yang turun 1,23%. Di sisi lain, sektor energi justru menjadi penopang dengan kenaikan 1,60%, sementara sektor properti dan infrastruktur juga mencatatkan penguatan.
Fokus utama pelemahan hari ini tertuju pada tiga emiten besar yang masuk daftar top losers LQ45. Saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) memimpin daftar dengan koreksi sebesar 2,82%, membuat harga sahamnya turun ke level Rp 1.205 per saham. Meskipun sektor energi secara umum menguat, PGEO tampaknya mengalami tekanan jual yang signifikan, kemungkinan akibat aksi ambil untung (profit taking) setelah sempat reli beberapa waktu lalu.
Sementara itu, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), emiten dari sektor barang konsumen primer, terkoreksi tipis di belakang PGEO dengan penurunan 2,79%, menutup perdagangan di harga Rp 2.440 per saham. Kinerja JPFA seringkali dipengaruhi oleh sentimen harga pakan ternak dan kondisi pasokan unggas domestik yang terus berfluktuasi. Pelemahan LQ45 ditutup oleh PT Indosat Tbk (ISAT) dari sektor telekomunikasi, yang sahamnya juga melemah sebesar 2,78% ke harga Rp 2.100 per saham, terbebani oleh sentimen kompetisi industri dan kebutuhan belanja modal yang tinggi.
Dalam konteks global, sentimen negatif juga datang dari pasar valuta asing. Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS turut melemah pada hari yang sama, ditutup pada level Rp 16.728 per Dolar AS, menjadi salah satu mata uang yang paling lemah di kawasan Asia. Analis menyarankan investor untuk tetap waspada terhadap pergerakan eksternal, terutama menantikan perkembangan data ekonomi AS dan kebijakan moneter Bank Indonesia, yang akan sangat mempengaruhi arah pergerakan IHSG pada perdagangan sesi berikutnya.