IHSG Menguat Tipis ke 8.419, Sektor Siklikal Pimpin Kenaikan dan Catat Rekor Penutupan Baru
IHSG ditutup menguat 0,16% ke 8.419,91, mencetak rekor baru, dipimpin sektor Siklikal yang melonjak 2,50%. Sentimen positif didukung surplus Neraca Transaksi Berjalan.
JAKARTA, JClarity – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mencatatkan rekor baru pada penutupan perdagangan Kamis, 20 November 2025. IHSG ditutup menguat tipis 0,16 persen, naik 13,34 poin, ke level 8.419,91.
Kenaikan tipis ini mempertahankan IHSG di zona hijau, bahkan sempat menyentuh level tertinggi harian (all-time high) di 8.491,42 pada sesi perdagangan. Penguatan indeks ditopang oleh kinerja impresif sektor barang konsumen non-primer atau siklikal (Cyclical), yang memimpin penguatan sektoral.
Berdasarkan data BEI, sektor siklikal melonjak paling tajam sebesar 2,50 persen. Kenaikan signifikan ini mengindikasikan optimisme investor terhadap daya beli dan pemulihan konsumsi masyarakat. Selain sektor siklikal, penguatan IHSG juga didukung oleh sektor lain seperti Infrastruktur yang naik 0,52 persen, Energi menguat 0,44 persen, dan Industrial yang terapresiasi 0,35 persen.
Sentimen positif pasar domestik menjadi motor penggerak utama penguatan IHSG hari ini. Salah satu katalis domestik utama adalah rilis data Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) kuartal III-2025. Neraca Transaksi Berjalan (NTB) Indonesia tercatat surplus sebesar USD 4,0 miliar (sekitar 1,1 persen dari PDB), yang merupakan surplus terbesar sejak kuartal III-2022.
Aktivitas perdagangan hari ini tercatat ramai dengan nilai transaksi mencapai Rp19,65 triliun dari total volume perdagangan 37,92 miliar saham. Meskipun penguatan indeks tipis, investor asing mencatatkan aksi beli bersih (net buy) yang signifikan, mencapai Rp1,27 triliun di seluruh pasar. Sementara itu, di jajaran saham unggulan LQ45, saham-saham seperti INKP (+2,33%), BMRI (+1,86%), dan MEDC (+1,18%) menjadi top gainers.
Namun, tidak semua sektor bergerak positif. Lima sektor tercatat melemah, dipimpin oleh Sektor Properti dan Real Estat yang terkoreksi 0,91 persen, disusul Sektor Barang Baku yang turun 0,32 persen. Analis Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, dalam kajiannya, memperingatkan bahwa IHSG berpotensi mengalami pelemahan terbatas pada perdagangan selanjutnya ke level 8.400-8.350, seiring dengan sentimen eksternal dan aksi ambil untung (profit taking) investor domestik.