IHSG Menguat ke 8.453,8, Top Gainers LQ45 Pagi Ini Dikuasai NCKL, AMMN, dan BMRI.
IHSG pagi ini Kamis (20/11) menguat ke 8.453,8 didorong sentimen global dan domestik. NCKL, AMMN, dan BMRI menjadi top gainers LQ45.
Jakarta, JClarity – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menunjukkan performa perkasa pada pembukaan perdagangan hari ini, Kamis (20/11/2025). Indeks acuan tersebut berhasil menguat signifikan dan menyentuh level 8.453,8 pada sesi pagi. Penguatan ini didorong oleh sentimen positif dari pasar global dan domestik, termasuk meratanya aksi beli di berbagai sektor utama.
Kinerja positif IHSG pada sesi pagi ini sebagian besar ditopang oleh saham-saham unggulan yang tergabung dalam indeks LQ45. Tiga emiten yang memimpin daftar top gainers LQ45 pada awal perdagangan adalah PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI).
Penguatan Indeks terjadi di tengah berlanjutnya optimisme pasar global yang mengikuti tren kenaikan bursa Wall Street, terutama didorong oleh lonjakan saham-saham teknologi. Secara domestik, sentimen positif juga datang dari keputusan Bank Indonesia (BI) untuk mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) yang memberikan sinyal stabilitas kebijakan moneter. Hal ini turut mendukung kembalinya net buy asing di pasar modal Indonesia.
Pergerakan saham-saham big caps sangat mempengaruhi kinerja indeks. Kenaikan saham BMRI sejalan dengan penguatan yang terjadi di sektor keuangan, yang pada pagi hari ini tercatat menguat sebesar 0,48 persen. Sementara itu, saham NCKL dan AMMN, yang bergerak di sektor pertambangan dan energi, mengambil manfaat dari penguatan sektor energi sebesar 0,95 persen dan faktor spesifik seperti masuknya kedua emiten tersebut dalam jajaran FTSE Global Equity Index. Selain itu, NCKL juga didukung oleh fundamental kinerja keuangan yang solid.
Secara keseluruhan, aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat cukup aktif. Pada sesi pagi, lebih dari 300 saham bergerak menguat, menunjukkan adanya aksi beli yang merata di seluruh papan perdagangan. Analis memperkirakan peluang penguatan lanjutan pada IHSG masih terbuka lebar, dengan potensi pergerakan menuju area resistance berikutnya, didukung oleh sentimen global dan domestik yang kondusif.