IHSG Menguat ke 8.312,6 di Sesi Pertama Hari Ini, Saham UNVR dan ASII Pimpin Reli LQ45.
IHSG ditutup menguat 0,45% di sesi pertama ke 8.312,6. Saham blue chip UNVR dan ASII memimpin Indeks LQ45, didorong aksi beli asing dan sentimen positif.
Jakarta, JClarity – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berhasil ditutup menguat signifikan pada sesi perdagangan pertama hari ini. Indeks acuan tersebut melompat 0,45% ke level 8.312,6, melanjutkan tren positif dari penutupan perdagangan hari sebelumnya. Penguatan ini terutama didorong oleh derasnya aksi beli investor, baik domestik maupun asing, yang terfokus pada saham-saham unggulan (blue chip) di Indeks LQ45.
Penguatan IHSG di sesi pertama ini ditopang oleh mayoritas sektor, dengan sektor barang konsumen primer dan industri yang memimpin reli. IHSG bergerak di rentang 8.290,1 hingga 8.325,3 sepanjang paruh pertama hari ini. Total nilai transaksi tercatat mencapai Rp 7,85 triliun, melibatkan volume perdagangan sekitar 12,4 miliar saham. Analis melihat sentimen positif ini merupakan respons pasar terhadap rilis data ekonomi domestik yang optimis dan meredanya tekanan inflasi global.
Dua emiten papan atas yang menjadi motor utama penguatan Indeks LQ45 adalah PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) dan PT Astra International Tbk (ASII). Saham UNVR melesat tajam sebesar 4,55% ke harga penutupan sementara Rp 4.250 per saham. Sementara itu, ASII juga tidak kalah agresif, mencatatkan kenaikan 3,80% dan bertengger di level Rp 6.950 per saham. Kenaikan kedua saham ini dipicu oleh optimisme pasar terhadap proyeksi kinerja kuartal terbaru, seiring dengan pemulihan daya beli masyarakat dan peningkatan penjualan otomotif.
Selain UNVR dan ASII, beberapa saham sektor perbankan dengan kapitalisasi besar (Big Banks) juga turut memberikan kontribusi signifikan terhadap kenaikan IHSG, seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). Pergerakan pasar secara keseluruhan menunjukkan sentimen bullish yang kuat, tercermin dari rasio saham yang menguat terhadap saham yang melemah yang mencapai 310 berbanding 155, sementara 180 saham lainnya bergerak stagnan. Analis JClarity memproyeksikan, meskipun potensi profit taking di sesi kedua ada, IHSG berpeluang mempertahankan momentum di atas level psikologis 8.300 jika tidak ada sentimen negatif baru yang signifikan.