Saham

IHSG Menguat, Asing Malah Kompak Jual 10 Saham Ini

IHSG menguat 0,53% ke 8.406,58 (19/11/2025). Di balik net buy asing jumbo, 10 saham ini justru dilepas asing, dipimpin ANTM, MIDI, dan FILM.

JAKARTA · Thursday, 20 November 2025 12:00 WITA · Dibaca: 34
IHSG Menguat, Asing Malah Kompak Jual 10 Saham Ini

JAKARTA, JClarity – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup di zona hijau pada perdagangan Rabu (19/11/2025), namun kondisi ini diwarnai dengan aksi jual bersih (net foreign sell) yang masif dari investor asing pada sejumlah saham tertentu. Sentimen positif dari keputusan Bank Indonesia (BI) yang menahan suku bunga acuan mendorong IHSG menguat, tetapi fenomena rotasi dana terlihat jelas di lantai bursa.

Pada penutupan perdagangan Rabu, 19 November 2025, IHSG tercatat menguat 44,65 poin atau naik 0,53% ke level 8.406,58. Kenaikan ini didorong oleh aksi beli bersih (net foreign buy) yang dilakukan oleh investor asing secara keseluruhan di seluruh pasar, dengan total mencapai Rp 1,67 triliun. Khusus di pasar reguler, aliran dana asing juga tercatat positif meskipun nilainya lebih kecil. Kinerja positif ini terutama ditopang oleh saham-saham perbankan berkapitalisasi besar (big cap) menyusul keputusan BI yang mempertahankan suku bunga acuan di 4,75%.

Di balik total net foreign buy yang jumbo tersebut, investor asing justru kompak melepas sejumlah saham. Aksi jual bersih ini mengindikasikan adanya pergeseran fokus atau profit taking pada emiten-emiten tertentu. Total nilai transaksi mencapai Rp 30,03 triliun, dengan 335 saham menguat dan 285 saham melemah.

Berdasarkan data perdagangan, berikut adalah 10 saham dengan nilai net foreign sell terbesar yang dilepas oleh investor asing di tengah menguatnya IHSG pada hari Rabu, 19 November 2025:

  1. PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM): Rp 87,49 miliar
  2. PT Midi Utama Indonesia Tbk. (MIDI): Rp 34,61 miliar
  3. PT MD Entertainment Tbk. (FILM): Rp 33,37 miliar
  4. PT Astra International Tbk. (ASII): Rp 32,31 miliar
  5. PT Barito Pacific Tbk. (BRPT): Rp 27,60 miliar
  6. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO): Rp 27,54 miliar
  7. PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA): Rp 27,38 miliar
  8. PT Sentul City Tbk. (BKSL): Rp 23,51 miliar
  9. PT Archi Indonesia Tbk. (ARCI): Rp 21,49 miliar
  10. PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA): Rp 17,00 miliar

Saham-saham di sektor bahan baku seperti ANTM menjadi target utama penjualan asing, disusul oleh emiten dari sektor ritel (MIDI) dan media (FILM). Aksi jual pada saham-saham ini, terutama ANTM yang mencatat net sell tertinggi, menyebabkan harganya tertekan di tengah pasar yang secara umum mengalami penguatan.

Analis pasar berpendapat bahwa divergensi antara penguatan IHSG secara keseluruhan dan aksi jual asing pada saham-saham tertentu ini menunjukkan bahwa investor global sedang melakukan rebalancing portofolio. Dana yang dilepas dari saham-saham tersebut dialihkan ke saham-saham big cap yang lebih defensif dan sensitif terhadap sentimen suku bunga, seperti sektor keuangan (perbankan). Hal ini menguatkan pandangan bahwa pasar Indonesia masih menarik, namun investor asing lebih selektif dalam memilih aset, fokus pada saham-saham dengan fundamental yang kuat di tengah ketidakpastian global dan domestik.

Login IG