Saham

IHSG Mendatar di 8.401, Investor Tahan Napas Menanti Keputusan Krusial Suku Bunga BI Hari Ini

IHSG bergerak datar di 8.401, menunggu keputusan suku bunga Bank Indonesia (BI-Rate) hari ini. Analis prediksi BI tahan suku bunga di 4,75% demi stabilitas Rupiah.

JAKARTA · Wednesday, 19 November 2025 14:00 WITA · Dibaca: 26
IHSG Mendatar di 8.401, Investor Tahan Napas Menanti Keputusan Krusial Suku Bunga BI Hari Ini

JAKARTA, JClarity – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak mendatar dengan kecenderungan menguat terbatas di kisaran level 8.401 pada perdagangan Rabu, 19 November 2025, seiring dengan sikap "wait and see" pelaku pasar yang menanti pengumuman krusial suku bunga acuan Bank Indonesia (BI-Rate) sore hari ini. Keputusan dari Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI periode 18-19 November 2025 menjadi sentimen utama yang menahan pergerakan indeks di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi.

Pada pembukaan sesi pagi, IHSG sempat menguat tipis 0,27% ke level 8.384,36 dan mencatatkan posisi tertinggi harian di 8.402,47, mendekati level psikologis 8.400, namun tidak mampu menciptakan momentum penguatan signifikan. Sentimen pasar didominasi oleh ekspektasi bahwa BI akan kembali menahan suku bunga acuan di level 4,75%. Konsensus analis menilai kebijakan moneter yang 'ditahan' ini merupakan langkah pragmatis BI untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah tekanan dolar AS dan volatilitas pasar keuangan global.

Secara fundamental, pergerakan indeks dibayangi oleh tekanan eksternal dan arus modal yang masih belum pasti. Meskipun secara keseluruhan investor asing mencatatkan pembelian bersih (net foreign buy) di seluruh pasar, mereka terpantau melakukan aksi jual bersih (net sell) di pasar reguler, menunjukkan kehati-hatian investor institusi. Selain itu, pelemahan signifikan di bursa saham global, terutama di Wall Street dan pasar Asia yang terkoreksi akibat kekhawatiran valuasi saham teknologi tinggi seperti Nvidia, turut membatasi kenaikan IHSG.

Keputusan BI yang akan diumumkan melalui konferensi pers pada pukul 14.00 WIB ini akan menjadi penentu arah pasar ke depan. Jika BI-Rate dipertahankan, fokus pasar akan beralih ke sinyal kemungkinan pemangkasan suku bunga pada Desember 2025, yang akan bergantung pada data inflasi domestik, stabilitas Rupiah, serta arah kebijakan The Federal Reserve (The Fed) AS. Sektor-sektor yang sensitif terhadap suku bunga, seperti properti, infrastruktur, dan perbankan, menjadi sorotan utama investor yang mengharapkan pelonggaran moneter.

Login IG