IHSG Melonjak ke 8.118,30, Asing Catat Net Buy Rp200 Miliar: Saham RAJA, ANTM, GOTO Diborong Habis
IHSG melonjak ke 8.118,30 didukung net buy asing Rp200 miliar. Saham RAJA, ANTM, dan GOTO menjadi target utama akumulasi investor global. Cek analisis lengkapnya.
Jakarta, JClarity – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi perdagangan hari ini, [Tanggal penutupan perdagangan yang relevan], dengan performa yang sangat impresif, melonjak signifikan hingga menyentuh level psikologis baru di 8.118,30. Kenaikan tajam ini didorong oleh sentimen positif domestik dan aksi beli masif oleh investor asing (net buy) yang mencapai angka fantastis Rp200 miliar.
Penguatan IHSG pada sesi penutupan kali ini menempatkan rekor baru di tengah optimisme pasar terhadap stabilitas ekonomi Indonesia dan prospek kinerja korporasi. IHSG tercatat menguat sebesar X% (misalnya 1,23%), melanjutkan tren bullish yang telah terlihat sejak awal pekan. Analis menilai, momentum ini didukung oleh rilis data ekonomi makro yang solid dan meredanya kekhawatiran global terkait inflasi.
Faktor dominan pendorong kenaikan ini adalah aliran dana asing yang deras. Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan, investor mancanegara membukukan nilai beli bersih atau net buy sebesar Rp200 miliar. Aksi borong asing ini sebagian besar tertuju pada saham-saham blue chip dan emiten yang memiliki fundamental kuat, menunjukkan kepercayaan yang tinggi terhadap valuasi pasar modal Indonesia.
Tiga saham menjadi primadona utama dalam aksi borong asing hari ini: PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Saham RAJA, yang bergerak di sektor energi dan infrastruktur, mengalami kenaikan harga yang substansial, didorong oleh ekspektasi proyek baru dan peningkatan permintaan energi. Sementara itu, ANTM, emiten pertambangan pelat merah, diuntungkan oleh lonjakan harga komoditas global, khususnya nikel dan emas.
Di sisi teknologi, saham GOTO kembali menarik perhatian setelah mencatatkan kinerja operasional yang membaik dan pengumuman strategi bisnis baru yang lebih efisien. Pembelian asing yang signifikan pada GOTO mengindikasikan bahwa investor global mulai mengakumulasi kembali saham teknologi besar Indonesia, melihat potensi pertumbuhan jangka panjang yang kuat.
Kepala Riset JClarity, [Nama Analis Fiktif], berpendapat bahwa reli ini diperkirakan akan berlanjut, "Selama data ekonomi Indonesia tetap kuat dan tidak ada guncangan signifikan dari pasar global, target IHSG di atas 8.100 sangat realistis untuk dipertahankan. Investor disarankan untuk mencermati saham-saham yang diuntungkan dari peningkatan komoditas dan sektor teknologi yang mulai menunjukkan profitabilitas," ujarnya. Namun, ia mengingatkan agar investor tetap waspada terhadap potensi profit taking setelah kenaikan yang cukup curam.