IHSG Melesat Tembus Level Kunci 7.450 Hari Ini: Saham Bank Jumbo dan Energi Pimpin Reli, Cermati Pemicunya.
IHSG mencetak All Time High (ATH) 8.602,13 hari ini, didorong oleh saham Bank Jumbo (BBCA, BBRI, BMRI) dan sektor energi. Reli dipicu ekspektasi The Fed pangkas suku bunga dan rencana buyback bank BUMN.
JAKARTA, JClarity – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa atau All Time High (ATH) pada penutupan perdagangan hari ini, Rabu (26/11/2025), setelah melesat dan secara signifikan melewati level kunci psikologis 7.450. Reli impresif ini dipimpin oleh lonjakan kinerja saham-saham perbankan berkapitalisasi besar atau 'Bank Jumbo' dan sektor energi, membawa IHSG ditutup menguat 0,94% ke posisi 8.602,13.
Penguatan indeks didorong oleh aksi beli masif yang mengalir ke saham-saham blue chip di sektor keuangan dan energi. Sektor keuangan mencatatkan penguatan signifikan, sementara sektor energi juga menjadi kontributor utama kenaikan IHSG, ditopang oleh saham-saham emiten besar seperti PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN).
Analis pasar modal mencermati bahwa keberhasilan IHSG menembus level kunci 7.450, yang telah menjadi resistensi penting sebelumnya, dan melonjak hingga mencapai rekor 8.602,13, dipicu oleh kombinasi sentimen positif dari eksternal dan domestik. Salah satu pemicu utama adalah sinyal dovish dari bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed), yang meningkatkan ekspektasi pemangkasan suku bunga acuan pada Desember. Ekspektasi ini berdampak langsung pada penguatan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS dan mendorong masuknya arus modal asing (capital inflow) ke pasar saham Indonesia.
Di ranah domestik, sentimen penguatan Bank Jumbo diperkuat oleh rencana aksi korporasi pembelian kembali saham (buyback) yang dilakukan oleh bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), termasuk Bank Mandiri. Langkah ini dinilai sebagai sinyal kepercayaan diri manajemen terhadap fundamental perbankan pelat merah yang kuat dan membuat nilai saham-saham tersebut dianggap undervalued. Selain itu, optimisme pasar juga didukung oleh penguatan sektor energi akibat penyesuaian indeks global seperti MSCI yang memasukkan beberapa saham energi berkapitalisasi besar. Pelaku pasar juga tengah mencermati rencana pemerintah untuk mengeluarkan paket stimulus guna mendorong pertumbuhan ekonomi di Kuartal IV 2025.
Dengan total nilai transaksi perdagangan yang mencapai Rp26,73 triliun, pasar modal menunjukkan likuiditas yang sangat tinggi. Meskipun demikian, investor disarankan untuk tetap mencermati potensi aksi ambil untung (profit taking) jangka pendek, mengingat posisi IHSG yang saat ini berada di zona overbought atau jenuh beli. Reli ini menegaskan kembali peran sentral saham Bank Jumbo dan energi sebagai penopang utama kestabilan dan pertumbuhan pasar modal Indonesia menjelang akhir tahun.