IHSG Melesat 0,53% ke 8.406 Usai BI Tahan Suku Bunga Acuan 4,75% Hari Ini.
IHSG naik 0,53% ke 8.406 hari ini setelah Bank Indonesia (BI) resmi menahan suku bunga acuan (BI7DRR) stabil di level 4,75%. Kepastian moneter angkat pasar saham.
Jakarta, JClarity – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan hari ini dengan lonjakan signifikan, terapresiasi 0,53% ke level 8.406,00. Kenaikan tajam ini terjadi tak lama setelah Bank Indonesia (BI) mengumumkan keputusan untuk menahan suku bunga acuan (BI 7-Day Reverse Repo Rate/BI7DRR) pada level stabil 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berakhir hari ini.
Keputusan BI mempertahankan suku bunga di level 4,75% dinilai sesuai dengan ekspektasi konsensus pasar. Langkah ini diambil sebagai strategi *pre-emptive* dan terukur untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan di tengah dinamika global yang masih diwarnai ketidakpastian. Gubernur BI menegaskan bahwa kebijakan moneter tetap fokus untuk mengendalikan inflasi agar kembali ke sasaran 3,0% $\pm$ 1% dan memitigasi risiko nilai tukar Rupiah.
Sentimen positif pasar tercermin jelas pada aksi beli investor, terutama oleh investor asing (*net foreign buy*). Analis pasar menilai kepastian kebijakan moneter yang tidak terlalu ketat (dovish) maupun terlalu longgar (hawkish) memberikan kejelasan bagi pelaku usaha dan mendorong prospek pertumbuhan kredit yang sehat. Stabilitas suku bunga sangat menguntungkan sektor-sektor yang sensitif terhadap biaya pendanaan, seperti sektor properti, infrastruktur, dan perbankan.
Sepanjang sesi perdagangan, beberapa saham unggulan (blue chip) yang tergabung dalam indeks LQ45 menjadi pendorong utama kenaikan IHSG, mencatatkan kenaikan harga yang signifikan. Total nilai transaksi perdagangan saham harian tercatat mencapai angka [Angka Fiktif, misal: 15,2] triliun Rupiah. Investor merespons positif sinyal dari BI bahwa tekanan inflasi domestik masih terkendali dan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap solid di tengah perlambatan ekonomi global.
Kepala Ekonom [Nama Lembaga Fiktif], dalam komentarnya, menyatakan bahwa ditahannya suku bunga di level 4,75% menunjukkan sinyal optimisme BI terhadap fundamental ekonomi Indonesia. "Level suku bunga ini adalah *sweet spot* yang mendukung pertumbuhan tanpa menciptakan risiko overheating. Kami memproyeksikan IHSG berpotensi untuk menguji level resistensi psikologis baru dalam beberapa pekan ke depan, asalkan data ekonomi AS tidak terlalu agresif," tutupnya.