Saham

IHSG Melambung Tinggi Tembus 7.350: Saham Bank Jumbo BCA & BRI Pimpin Reli Pasar

IHSG melesat kuat menembus level tertinggi baru, ditopang oleh kinerja gemilang saham bank jumbo seperti BBCA dan BBRI. Reli terjadi di tengah sentimen domestik.

Jakarta, 22 Oktober 2025 · Wednesday, 22 October 2025 15:00 WITA · Dibaca: 55
IHSG Melambung Tinggi Tembus 7.350: Saham Bank Jumbo BCA & BRI Pimpin Reli Pasar

JAKARTA, JClarity – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa yang mengesankan, memimpin reli pasar secara signifikan, didorong oleh lonjakan harga saham dari emiten perbankan berkapitalisasi pasar jumbo. Meskipun level 7.350 telah lama terlampaui dalam tren penguatan pasar, reli terbaru yang terjadi pada awal pekan ini menggarisbawahi dominasi saham bank besar dalam mendorong indeks menembus level psikologis baru, di tengah kondisi pasar global yang volatil.

Pada penutupan perdagangan Senin, 20 Oktober 2025, IHSG melesat 2,19% dan berhasil parkir di level 8.088. Kenaikan tajam ini menjadi rebound signifikan setelah indeks terkoreksi cukup dalam pada pekan sebelumnya. Kontributor utama di balik lonjakan masif ini adalah kelompok saham 'Big Banks' (Bank Jumbo), terutama PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI).

Saham BBCA, yang merupakan salah satu market leader, melonjak 5% dalam sehari perdagangan, dengan harga sahamnya mencapai Rp 7.875 per lembar. Sementara itu, BBRI tidak kalah impresif, menguat sebesar 5,14% dan ditutup di level Rp 3.680 per saham. Emiten bank jumbo lainnya, seperti Bank Mandiri (BMRI) dan BNI (BBNI), juga mencatatkan penguatan signifikan, turut menyumbang poin besar yang mengangkat IHSG.

Analis pasar menilai kenaikan ini merupakan respons investor domestik terhadap koreksi harga saham bank jumbo yang terjadi sebelumnya, melihatnya sebagai peluang 'buy on weakness' mengingat fundamental perusahaan yang kuat. Selain itu, sentimen positif juga muncul dari momen peringatan satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada tanggal yang sama, yang diiringi dengan harapan terhadap kebijakan ekonomi, termasuk program-program strategis seperti Makan Bergizi Gratis.

Namun, di tengah euforia penguatan yang dimotori oleh Big Banks, investor perlu mencermati bahwa lonjakan harga ini masih diwarnai oleh aksi jual bersih (net foreign sell) oleh investor asing. Pada perdagangan tersebut, investor asing tercatat masih melepas sejumlah saham perbankan, meskipun jumlahnya tertutupi oleh derasnya pembelian dari investor domestik. Fenomena ini menunjukkan adanya divergensi antara optimisme investor lokal dan kehati-hatian investor global, memberikan sinyal perlunya pemantauan lebih lanjut terhadap arus modal asing di masa mendatang.

Login IG