Saham

IHSG Melaju Kencang: Sektor Energi dan Bank BUMN Pimpin Penguatan, Investor Asing Catat Net Buy Tertinggi.

IHSG ditutup menguat signifikan, dipimpin oleh lonjakan harga saham sektor energi dan bank BUMN. Investor asing mencatatkan net buy tertinggi Rp1,67 T.

Jakarta · Friday, 21 November 2025 02:00 WITA · Dibaca: 19
IHSG Melaju Kencang: Sektor Energi dan Bank BUMN Pimpin Penguatan, Investor Asing Catat Net Buy Tertinggi.

Jakarta, JClarity – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia menutup perdagangan hari ini, Kamis (20/11/2025), dengan performa yang impresif, melaju kencang di zona hijau. Indeks acuan tersebut berhasil mempertahankan tren penguatan, ditutup di level 8.419,91, terapresiasi 0,16% dari penutupan sebelumnya. Kinerja positif ini didorong oleh aksi beli yang masif dari investor asing dan solidnya penguatan di sektor-sektor kunci, terutama Energi dan perbankan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Sentimen bullish domestik diperkuat oleh derasnya arus modal asing. Data transaksi mencatat, investor asing membukukan net foreign buy (beli bersih asing) tertinggi mencapai Rp1,67 triliun di seluruh pasar, yang merupakan salah satu angka beli bersih tertinggi dalam beberapa sesi terakhir. Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp19,65 triliun, melibatkan hingga 37,91 miliar lembar saham. Keputusan Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan suku bunga acuan pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) pekan ini memberikan sinyal stabilitas yang disambut positif oleh pasar, memicu optimisme investor global.

Dari sisi sektoral, Sektor Energi kembali menjadi motor penggerak utama. Kenaikan harga komoditas global dan prospek kinerja emiten yang solid mendorong sektor ini memimpin penguatan. Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) tercatat sebagai salah satu saham terlaris, menunjukkan minat investasi yang tinggi di tengah volatilitas global. Sementara itu, saham sektor batu bara seperti PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) juga menjadi rekomendasi yang dicermati, seiring dengan momentum positif sektor ini.

Selain Energi, sektor keuangan, yang didominasi oleh saham-saham Bank BUMN berkapitalisasi besar (big caps), turut menyokong laju IHSG. Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mencatatkan nilai transaksi yang signifikan dan mengalami kenaikan harga. Kekuatan fundamental bank-bank pelat merah ini dianggap sebagai cerminan ketahanan ekonomi domestik di tengah tekanan global, menjadikannya pilihan utama bagi masuknya dana asing.

Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova menyebut, penguatan IHSG menunjukkan ketahanan pasar di tengah beragam sentimen global. Sementara itu, Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menjelaskan bahwa IHSG saat ini masih dalam fase konsolidasi jangka pendek namun berpotensi menuju area target berikutnya, yakni menguji level resistensi di sekitar 8.450 hingga 8.539. Aliran dana asing yang masif ini berpotensi menjadi bahan bakar bagi IHSG untuk kembali mencetak rekor all-time high (ATH) baru, asalkan investor domestik juga berpartisipasi penuh.

Sentimen positif lainnya berasal dari data neraca transaksi berjalan Indonesia yang mencatat surplus signifikan pada kuartal III-2025, yang merupakan surplus pertama dalam 2,5 tahun terakhir. Data fundamental makro ini semakin memperkuat keyakinan investor bahwa penguatan IHSG kali ini didukung oleh fundamental ekonomi yang kuat.

Login IG