IHSG Mau ke 8.300, Bidik Saham Ini Saja
IHSG diprediksi menuju 8.300 didorong bank big caps dan window dressing. Analis sarankan bidik saham BRIS, AKRA, AMMN, PGAS, dan JSMR. Cermati level resistance.
JAKARTA, JClarity – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus menunjukkan performa impresif dan berpotensi melanjutkan reli menuju level psikologis baru 8.300, seiring sentimen positif domestik yang masih mendominasi pasar. Indeks acuan Bursa Efek Indonesia (BEI) ini sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (*all time high*/ATH) intraday di level 8.272 pada perdagangan pekan lalu, sebelum ditutup di 8.250,94.
Penguatan signifikan IHSG ini didorong oleh sejumlah katalis utama. Menurut analis, pendorong utama adalah aksi *rebound* pada saham-saham perbankan berkapitalisasi besar (*big caps*), menguatnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS), dan sinyal awal terjadinya aksi *window dressing* menjelang akhir tahun, mengingat secara historis IHSG cenderung mencatatkan kinerja positif di bulan Oktober.
Secara teknikal, beberapa sekuritas, termasuk MNC Sekuritas dan Phintraco Sekuritas, melihat peluang penguatan IHSG masih terbuka lebar. MNC Sekuritas menilai potensi *rebound* teknikal dapat menguji area resistance 8.260 hingga 8.302, asalkan indeks mampu bertahan di atas area support penting. Sementara itu, BRIDanareksa Sekuritas juga memproyeksikan IHSG berpotensi menguji *resistance* 8.300 pada perdagangan awal pekan.
Dalam menyambut potensi kenaikan ini, investor disarankan untuk tetap selektif dan fokus pada saham-saham dengan fundamental kuat yang menunjukkan pola teknikal menarik. Sejumlah saham direkomendasikan untuk dicermati, di antaranya adalah PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS), yang diproyeksikan potensial cuan dengan strategi *Buy on Support* di area beli sekitar 2.640 dan target harga hingga 2.870.
Selain BRIS, MNC Sekuritas dan BRIDanareksa Sekuritas juga merekomendasikan beberapa emiten. MNC Sekuritas menyoroti PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB), PT XL Axiata Tbk (EXCL), dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dengan strategi *buy on weakness* atau *speculative buy*. Sementara itu, BRIDanareksa Sekuritas merekomendasikan *Day Trade* untuk PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), serta *Swing Trade* untuk PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR).
Meskipun sentimen domestik cenderung positif, investor juga diingatkan untuk mewaspadai potensi *pullback* jangka pendek akibat aksi ambil untung (*profit taking*) serta sentimen global, seperti konflik dagang AS-Tiongkok yang berpotensi menekan pergerakan indeks di awal pekan. Oleh karena itu, penerapan manajemen risiko yang disiplin sangat dianjurkan.