IHSG Loyo, Tapi 10 Saham Ini Tetap Diborong Asing Sepekan Terakhir.
IHSG akhir pekan loyo, namun investor asing borong saham jumbo Rp 3,86 triliun. Cek 10 saham blue-chip, terutama dari sektor bank, yang paling diburu asing.
JAKARTA, JClarity – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup perdagangan akhir pekan pada Jumat, 21 November 2025, di zona merah, terkoreksi tipis 0,07% ke level 8.414,35. Meskipun ditutup "loyo" pada hari terakhir, sentimen optimisme investor asing terhadap pasar modal domestik ternyata tidak surut. Hal ini tercermin dari aksi beli bersih (net foreign buy) yang masif dalam sepekan terakhir.
Berdasarkan data BEI, investor asing tercatat membukukan net foreign buy jumbo senilai Rp 3,86 triliun sepanjang periode 17 hingga 21 November 2025. Jumlah beli bersih ini mengindikasikan adanya aliran modal asing yang kuat (foreign inflow) ke dalam aset-aset saham domestik, meski laju IHSG tertahan dan mencatat pelemahan pada hari Jumat. Aksi borong saham ini terutama menyasar emiten-emiten berkapitalisasi pasar besar (big caps) atau blue-chip.
Sektor keuangan, khususnya saham-saham perbankan besar, menjadi primadona utama yang dikoleksi investor global. Analis pasar menilai, saham-saham perbankan BUMN dan swasta besar masih dianggap memiliki fundamental yang solid dan prospek pertumbuhan laba yang menarik hingga akhir tahun 2025. Keyakinan ini menjadi pendorong utama dana asing untuk terus masuk, bahkan di saat indeks komposit global sedang dilanda ketidakpastian.
Berikut adalah 10 saham dengan nilai net foreign buy terbesar yang diborong asing di seluruh pasar (all market) sepanjang periode sepekan terakhir (17-21 November 2025), yang mayoritas didominasi oleh saham-saham perbankan besar:
- PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) – Mencatatkan net buy paling signifikan, mencapai kurang lebih Rp 1,45 triliun.
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) – Saham bank swasta terbesar ini selalu menjadi incaran utama.
- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) – Salah satu big caps bank BUMN dengan basis nasabah ritel terbesar.
- PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) – Saham bank BUMN lain yang turut menjadi fokus pembelian asing.
- PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) – Emiten telekomunikasi yang sering masuk dalam daftar beli asing.
- PT Astra International Tbk (ASII) – Emiten holding otomotif dan alat berat yang memiliki prospek ekonomi domestik yang kuat.
- PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) – Saham sektor pertambangan yang menarik perhatian.
- PT United Tractors Tbk (UNTR) – Emiten alat berat dan kontraktor pertambangan.
- PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) – Saham pertambangan mineral dengan transaksi aktif.
- PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) – Emiten sektor barang konsumsi primer.
Aliran dana asing yang masif ini mengirimkan sinyal positif bahwa fundamental pasar modal Indonesia tetap menarik di mata investor global. Meskipun pergerakan harian IHSG terkadang menunjukkan volatilitas, fokus asing pada emiten blue-chip dengan fundamental kuat menggarisbawahi strategi investasi jangka panjang, bukan sekadar trading jangka pendek.