Saham

IHSG Kembali Cetak Rekor Tertinggi (ATH) di Level 8.640, Didorong Ekspektasi Pangkas Suku Bunga The Fed

IHSG kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di 8.640 hari ini, didorong sentimen global terkait ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed. Investor asing net buy.

Jakarta · Friday, 05 December 2025 05:00 WITA · Dibaca: 25
IHSG Kembali Cetak Rekor Tertinggi (ATH) di Level 8.640, Didorong Ekspektasi Pangkas Suku Bunga The Fed

JAKARTA, JClarity – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencetak sejarah baru pada penutupan perdagangan hari ini, Kamis (4/12/2025). Didorong oleh sentimen global yang kuat, IHSG berhasil menembus level tertinggi sepanjang masa (All-Time High/ATH) di posisi 8.640, menguat signifikan sebesar 1,28% dari penutupan sesi sebelumnya.

Reli masif ini dipicu oleh meningkatnya optimisme pasar terhadap prospek pelonggaran kebijakan moneter oleh bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed). Data inflasi AS terbaru yang menunjukkan tren penurunan yang lebih cepat dari perkiraan, serta sedikit melambatnya pasar tenaga kerja, memperkuat ekspektasi para pelaku pasar bahwa The Fed akan segera melakukan pemangkasan suku bunga acuan (*Fed Fund Rate*) dalam waktu dekat, berpotensi pada awal kuartal pertama tahun 2026.

Ekspektasi penurunan suku bunga di AS secara fundamental membuat aset-aset negara berkembang, termasuk Indonesia, menjadi kian menarik bagi investor global. Sepanjang sesi perdagangan, nilai transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat mencapai Rp 21,5 triliun. Investor asing membukukan aksi beli bersih (*net buy*) yang substansial, mencapai Rp 1,2 triliun, yang sebagian besar terkonsentrasi pada saham-saham unggulan (*blue chips*) di sektor Keuangan dan Material Dasar.

Dr. Hendra Wijaya, Kepala Riset Mega Prospek Sekuritas, menilai bahwa penembusan level 8.640 ini mengkonfirmasi kuatnya momentum *bullish* jangka menengah IHSG. “Level 8.500 telah berhasil dilewati dengan volume transaksi yang meyakinkan. Selama sinyal dari The Fed tetap dovish dan didukung oleh stabilitas nilai tukar Rupiah, aliran dana asing akan terus mengalir ke pasar modal domestik,” ujar Dr. Hendra saat dihubungi JClarity.

Meskipun demikian, Dr. Hendra mengingatkan investor untuk tetap waspada terhadap potensi volatilitas jangka pendek yang mungkin dipicu oleh aksi ambil untung (*profit taking*) setelah kenaikan tajam. Namun, secara umum, katalis global dan fundamental ekonomi Indonesia yang diproyeksikan tumbuh di atas 5% pada tahun depan, memberikan landasan yang kokoh bagi IHSG untuk menguji level psikologis selanjutnya, yakni 8.700.

Login IG