Saham

IHSG Fluktuatif di Akhir Bulan, Terseret Saham Komoditas Meski Bursa Asia Menguat.

IHSG ditutup melemah tipis 0,25% ke 8.163,87 setelah bergerak fluktuatif di akhir bulan, terseret aksi jual saham komoditas meskipun bursa Asia menguat.

Jakarta · Friday, 31 October 2025 23:00 WITA · Dibaca: 34
IHSG Fluktuatif di Akhir Bulan, Terseret Saham Komoditas Meski Bursa Asia Menguat.

JAKARTA, JClarity – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan di penghujung bulan dengan pelemahan tipis setelah bergerak fluktuatif sepanjang hari. Indeks ditutup terkoreksi sebesar 0,25% atau 20,18 poin ke level 8.163,87, terseret oleh tekanan jual pada saham-saham sektor komoditas dan bahan baku, meskipun mayoritas bursa utama di kawasan Asia terpantau menguat.

Pergerakan IHSG yang tidak stabil ini mencerminkan adanya aksi ambil untung (profit taking) investor menjelang penutupan buku akhir bulan dan finalisasi penyesuaian portofolio, termasuk antisipasi terhadap rebalancing indeks MSCI yang akan berlaku efektif pada awal November. Sepanjang sesi perdagangan, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 8.215 dan terendah di 8.144, menandakan volatilitas yang tinggi. Nilai transaksi harian tercatat cukup tinggi, mencapai sekitar Rp19,17 triliun.

Tekanan terbesar datang dari sektor-sektor yang berkaitan dengan komoditas. Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sektor Bahan Baku (Materials) anjlok 0,97% dan sektor Energi melemah 0,78% di sesi kedua perdagangan. Saham-saham seperti PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) menjadi pemberat utama di indeks LQ45, seiring dengan sentimen global yang kurang positif terhadap harga komoditas logam dan energi. Pelemahan ini terjadi di tengah proyeksi analis yang sebelumnya memperkirakan IHSG berpotensi melemah akibat sentimen kebijakan moneter global yang kurang agresif dan pelemahan harga komoditas metal mining.

Di sisi lain, pergerakan negatif IHSG tidak sejalan dengan tren di kawasan Asia. Mayoritas bursa Asia Pasifik, seperti Indeks Nikkei 225 Jepang dan Indeks Kospi Korea Selatan, justru ditutup di zona hijau, didorong oleh sentimen positif eksternal. Sektor-sektor non-komoditas domestik turut menahan laju penurunan indeks, di mana sektor Teknologi memimpin penguatan dengan kenaikan 0,92%, disusul oleh sektor Infrastruktur. Selain itu, investor asing juga mencatatkan aksi beli bersih (net buy) yang signifikan, mencapai Rp641,7 miliar di seluruh pasar, memberikan bantalan bagi indeks dari koreksi yang lebih dalam.

Ke depan, Analis memproyeksikan pergerakan IHSG akan memasuki fase konsolidasi terbatas pada awal bulan, seiring dengan meredanya aksi profit taking akhir bulan. Pelaku pasar akan mencermati rilis data ekonomi domestik, terutama data inflasi dan neraca perdagangan, serta perkembangan kebijakan moneter Bank Indonesia (BI) dan The Federal Reserve (The Fed) yang akan menjadi katalis utama volatilitas pasar di pekan mendatang.

Login IG