IHSG Ditutup Naik 0,69% Hari Ini, Kembali Cetak Rekor ATH
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencetak rekor All-Time High (ATH) hari ini, menguat 0,69% ditopang oleh sektor keuangan dan masuknya investor asing.
JAKARTA, JClarity – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sukses mencatatkan sejarah baru pada perdagangan hari ini (7/11). Indeks acuan tersebut ditutup di level tertinggi sepanjang masa (All-Time High/ATH) setelah menguat signifikan sebesar 0,69% ke level penutupan 7.450,00. Ini merupakan rekor ATH kedua yang dicetak dalam sepekan terakhir, menandakan sentimen positif yang kuat dan berkelanjutan di pasar domestik.
Kenaikan impresif ini memperpanjang tren *bullish* yang telah terjadi sejak awal kuartal keempat. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), total nilai transaksi tercatat mencapai Rp 15,2 triliun, melibatkan volume perdagangan sebanyak 28,5 miliar lembar saham. Sepanjang sesi perdagangan hari ini, IHSG bergerak di rentang 7.400,00 hingga mencapai puncaknya di 7.450,00.
Performa cemerlang IHSG didominasi oleh pergerakan saham-saham perbankan besar (*Big Cap*) yang tergabung dalam sektor keuangan, yang secara rata-rata memimpin penguatan dengan kenaikan 1,5%. Selain itu, sektor energi dan sektor bahan baku (*Basic Materials*) juga memberikan kontribusi signifikan, masing-masing menguat 1,1% dan 0,9%. Analis pasar menilai lonjakan ini didorong oleh ekspektasi kuat terhadap kinerja laporan keuangan kuartal IV yang solid dan prospek pertumbuhan ekonomi yang stabil.
Sentimen positif ini semakin diperkuat oleh masuknya dana segar dari investor asing. Tercatat, investor global melakukan aksi beli bersih (*Net Buy*) di seluruh pasar (termasuk pasar negosiasi dan tunai) senilai Rp 1,5 triliun, di mana mayoritas pembelian terfokus pada saham-saham *blue-chip* yang menjadi penopang utama indeks. Secara regional, pergerakan IHSG yang *bullish* selaras dengan mayoritas bursa utama di Asia, di tengah optimisme global terhadap sinyal suku bunga The Fed yang cenderung stabil.
Kepala Riset JClarity Sekuritas, Ahmad Dani, memprediksi momentum ATH ini masih akan berlanjut, didukung oleh kuatnya fundamental ekonomi domestik dan terjaganya inflasi. Target jangka pendek IHSG diproyeksikan dapat menyentuh level psikologis 7.500 sebelum akhir tahun. Namun demikian, investor tetap diimbau untuk mencermati potensi aksi *profit taking* yang mungkin terjadi setelah periode reli harga yang cukup panjang.