**IHSG Ditutup Menguat 0,22 Persen: Bank Mandiri dan GOTO Jadi Penopang Utama di Akhir Sesi Perdagangan Kamis**
IHSG menguat 0,22% ke 7.150,55 pada Kamis (30/10/2025). Saham Bank Mandiri (BMRI) dan GOTO menjadi penopang utama, didorong oleh net foreign buy yang masif di sektor perbankan.
Jakarta, JClarity – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup sesi perdagangan hari Kamis (30/10/2025) dengan kinerja positif. Indeks acuan tersebut menguat sebesar 0,22 persen atau 15,73 poin, membawa IHSG parkir di level 7.150,55, membalikkan tren konsolidasi yang sempat terjadi di awal pekan.
Kenaikan IHSG ini ditopang kuat oleh aksi beli investor pada saham-saham berkapitalisasi besar (big cap), terutama dari sektor perbankan dan teknologi. Dua emiten yang menjadi motor penggerak utama indeks adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).
Saham BMRI tercatat melesat 3,15 persen, ditutup pada harga Rp 6.550 per saham. Lonjakan harga saham bank BUMN ini memberikan kontribusi poin tertinggi bagi penguatan indeks. Sementara itu, di sektor teknologi, GOTO mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 4,8 persen. Saham GOTO menjadi salah satu top mover harian berkat tingginya volume transaksi yang mencapai miliaran lembar saham, mengindikasikan minat investor ritel dan institusi kembali masuk ke aset teknologi.
Analis pasar menilai sentimen positif ini didorong oleh berlanjutnya aksi beli bersih investor asing (net foreign buy) yang terfokus pada sektor perbankan berkapitalisasi besar. Total nilai transaksi perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari Kamis tercatat mencapai Rp 13,5 triliun, dengan volume mencapai 21,2 miliar lembar saham yang diperdagangkan. Investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp 450 miliar, di mana mayoritas dana tersebut terserap ke saham-saham blue chip seperti BMRI dan BBCA.
Secara sektoral, sektor keuangan (financials) memimpin penguatan bersama dengan sektor teknologi. Di sisi lain, sektor properti dan sektor energi tercatat melemah tipis akibat aksi ambil untung (profit taking). Kepala Riset JClarity Sekuritas, Dedi Hermanto, menyatakan bahwa penguatan BMRI menunjukkan kepercayaan investor terhadap fundamental perbankan domestik yang solid, sementara GOTO diuntungkan oleh sentimen positif pasca-rilisnya laporan kinerja kuartal sebelumnya yang menunjukkan perbaikan efisiensi. Pasar diperkirakan akan bergerak terbatas pada sesi perdagangan Jumat, menantikan rilis data inflasi domestik dan global.