IHSG Ditutup Melonjak 1,12% Dipimpin Saham Bank Jumbo BBCA dan BBRI: Waspada Aksi Ambil Untung.
IHSG hari ini melonjak 1,12% ke level 7.150, dipimpin penguatan saham Bank Jumbo BBCA dan BBRI. Investor asing net buy. Waspada aksi ambil untung di sesi berikutnya.
JAKARTA, JClarity – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup perdagangan hari ini dengan performa impresif, melonjak tajam sebesar 1,12% ke level 7.150,45. Penguatan masif ini sebagian besar disokong oleh performa cemerlang saham-saham perbankan berkapitalisasi pasar besar (jumbo bank), terutama PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI).
Kinerja BBCA dan BBRI yang menjadi lokomotif penguatan hari ini berhasil mengangkat sektor finansial secara keseluruhan. Saham BBCA ditutup menguat 2,55% ke level Rp9.580 per saham, sementara BBRI juga perkasa dengan kenaikan 2,10% ke level Rp5.450. Pergerakan kedua saham ini, yang memiliki bobot terbesar di IHSG, memberikan dorongan psikologis yang kuat bagi investor domestik maupun asing.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), lonjakan IHSG hari ini diiringi oleh total nilai transaksi yang tercatat sangat signifikan, mencapai Rp14,7 triliun. Angka ini menegaskan adanya minat beli yang besar setelah periode koreksi. Selain itu, investor asing terpantau melakukan aksi beli bersih (net buy) yang substansial, mencapai Rp885 miliar di seluruh pasar. Aliran dana asing ini menjadi indikasi positif kembalinya kepercayaan pasar terhadap aset ekuitas domestik, didukung oleh sentimen global yang mulai mereda.
Kepala Riset J-Clarity Sekuritas, Dr. Purnomo Hadi, menilai bahwa penguatan ini didorong oleh adanya technical rebound yang kuat, dipicu oleh aksi bargain hunting setelah tekanan jual masif di sesi sebelumnya. "Namun, investor perlu tetap berhati-hati. Kenaikan tajam sebesar 1,12% dalam satu hari berpotensi memicu aksi ambil untung (profit taking) pada sesi perdagangan berikutnya, terutama pada saham-saham yang telah mencapai atau mendekati level resistensi kuatnya," jelas Dr. Purnomo.
Investor disarankan untuk mencermati level krusial 7.200 sebagai resistensi utama IHSG. Jika level ini gagal ditembus, koreksi wajar sebagai realisasi keuntungan oleh para trader jangka pendek kemungkinan akan terjadi. Level support terdekat yang harus diperhatikan berada di kisaran 7.080. Analis menyarankan agar investor jangka panjang memanfaatkan momentum ini untuk melakukan akumulasi bertahap (buy on weakness) pada saham-saham fundamental kuat seperti BBCA dan BBRI, namun dengan tetap menjaga posisi kas yang memadai.