Saham

IHSG Ditutup Melesat 1,84% Tembus 8.238: Saham TLKM dan BBCA Jadi Motor Utama Penguatan.

IHSG ditutup melesat 1,84% tembus level 8.238 pada 21 Oktober 2025. Saham Telkom (TLKM) melonjak 11,56% dan BBCA naik 7,62%, menjadi pendorong utama penguatan indeks. Transaksi mencapai Rp22,04 triliun.

JAKARTA · Wednesday, 22 October 2025 07:00 WITA · Dibaca: 56
IHSG Ditutup Melesat 1,84% Tembus 8.238: Saham TLKM dan BBCA Jadi Motor Utama Penguatan.

JAKARTA, JClarity – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menorehkan kinerja cemerlang pada penutupan perdagangan Selasa, 21 Oktober 2025, dengan melesat signifikan sebesar 1,84%.

Penguatan tajam ini membawa IHSG tembus ke level 8.238,08, menjadikannya salah satu level penutupan tertinggi sepanjang sejarah perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kenaikan ini ditopang oleh aksi beli yang masif pada saham-saham berkapitalisasi besar atau blue chip, dengan saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) muncul sebagai motor utama penggerak indeks.

Berdasarkan data perdagangan, IHSG menguat sebesar 149,11 poin. Total nilai transaksi tercatat sangat fantastis, menembus Rp22,04 triliun, dengan volume perdagangan mencapai 31,19 miliar lembar saham. Sentimen positif mendominasi pasar, tercermin dari 447 saham yang berhasil menguat, jauh melampaui 232 saham yang terkoreksi, dan 135 saham yang stagnan.

Kontribusi terbesar terhadap lonjakan indeks datang dari saham-saham perbankan dan telekomunikasi. Saham TLKM memimpin daftar top gainers LQ45 dengan penguatan impresif sebesar 11,56% ke level Rp3.280 per saham. Sementara itu, BBCA juga mencatatkan kinerja luar biasa dengan kenaikan 7,62%, menutup perdagangan di level Rp8.475 per saham. Saham BBCA bahkan menjadi saham dengan nilai transaksi paling aktif, mencapai Rp4,40 triliun, menunjukkan tingginya minat investor terhadap sektor keuangan. Saham perbankan besar lainnya seperti BBRI dan BMRI juga turut mencatat penguatan signifikan, memperkuat dominasi sektor finansial sebagai penopang utama IHSG.

Secara sektoral, hampir seluruh sektor mencatatkan kenaikan. Sektor Transportasi, Properti, dan Infrastruktur memimpin penguatan dengan masing-masing sektor naik di atas 3%. Analis pasar menilai lonjakan IHSG ini didorong oleh sentimen positif dari bursa saham regional Asia serta ekspektasi pasar akan adanya potensi penurunan suku bunga acuan (BI Rate) oleh Bank Indonesia (BI) yang dijadwalkan akan diumumkan pada keesokan harinya. Hal ini memicu aksi akumulasi oleh investor, khususnya pada saham-saham yang sensitif terhadap pergerakan suku bunga dan memiliki fundamental kuat.

Login IG