IHSG Ditutup Koreksi, BUMI Jadi 'Bintang Utama' Hari Ini.
IHSG ditutup melemah 0,75% di level 6.950,55 tertekan aksi profit taking dan sentimen global. Saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) menjadi bintang dengan lonjakan 24,8% sentuh ARA dan pimpin nilai transaksi pasar.
JAKARTA, JClarity – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali harus menutup perdagangan hari ini dengan koreksi. Pada penutupan sesi, IHSG tercatat melemah sebesar 52,15 poin atau turun 0,75%, parkir di level 6.950,55. Kendati demikian, perhatian pasar tertuju pada pergerakan saham emiten batu bara, PT Bumi Resources Tbk. (BUMI), yang mencatat lonjakan harga signifikan dan menjadi pemimpin transaksi harian.
Koreksi IHSG hari ini sebagian besar dipicu oleh aksi ambil untung (profit taking) setelah reli terbatas yang terjadi di awal pekan, ditambah sentimen negatif dari pasar global, khususnya kekhawatiran atas kebijakan suku bunga The Federal Reserve AS yang berpotensi lebih hawkish dari perkiraan. Sejumlah saham berkapitalisasi besar (big caps) sektor perbankan dan telekomunikasi menjadi pemberat utama indeks. Tercatat, sebanyak 340 saham mengalami penurunan, mengalahkan 180 saham yang menguat, dan 155 saham yang stagnan.
Di tengah tekanan jual yang melanda mayoritas sektor, saham BUMI tampil mencolok dan layak menyandang gelar 'bintang utama' hari ini. Saham milik Grup Bakrie ini ditutup menyentuh batas atas Auto Reject Atas (ARA), melonjak hingga 24,8% di level Rp 171 per saham. Kenaikan drastis ini didorong oleh volume dan nilai transaksi yang fantastis, mencapai total nilai transaksi harian sebesar Rp 1,2 triliun, menjadikannya saham dengan nilai transaksi tertinggi secara nasional.
Analis dari JClarity Research, Rahmat Hidayat, menilai lonjakan BUMI terkait erat dengan spekulasi kenaikan harga komoditas batu bara global serta rumor positif terkait rencana aksi korporasi perusahaan. “Pergerakan BUMI hari ini murni didorong spekulasi dan euforia pasar. Meskipun IHSG terkoreksi, saham komoditas tertentu, terutama yang berkapitalisasi menengah, justru mendapat sentimen positif dari perkiraan cuaca dan permintaan energi global,” ujar Rahmat. Ia menambahkan, secara teknikal, koreksi IHSG di bawah level 7.000 merupakan fase konsolidasi yang sehat sebelum menguji level resistance berikutnya.
Secara keseluruhan, nilai transaksi perdagangan di BEI hari ini tercatat mencapai Rp 15,3 triliun. Investor asing kembali membukukan penjualan bersih (Net Sell) sebesar Rp 550 miliar di seluruh pasar. Tekanan jual asing terpantau dominan pada saham-saham blue chip, sementara pembelian terfokus pada beberapa saham lapis kedua yang bergerak spekulatif, termasuk BUMI yang menjadi fokus perhatian.