IHSG Diprediksi Menguat Pekan Depan, Soroti Tiga Saham Ini
IHSG diprediksi menguat terbatas pekan depan di rentang 8.600-8.700. Soroti sentimen The Fed dan rilis data IKK. Tiga saham ini jadi rekomendasi analis.
JAKARTA, JClarity – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan pada pekan depan, dimulai 8 Desember 2025. Tren bullish jangka menengah indeks dinilai masih terjaga, meskipun potensi aksi ambil untung (profit taking) tetap perlu diwaspadai setelah indeks mencatat pergerakan yang signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
Pada penutupan perdagangan Jumat (5/12/2025), IHSG ditutup melemah tipis 0,086% ke level 8.632,76, usai sempat menembus rekor intraday baru di 8.689. Analis memperkirakan pergerakan IHSG pada pekan depan akan berada dalam rentang penguatan terbatas (sideways cenderung menguat) dengan level support di kisaran 8.600 dan resistance terdekat di level 8.700.
Sentimen penggerak utama pada pekan ini akan datang dari dalam negeri dan global. Dari domestik, pelaku pasar akan mencermati rilis sejumlah data ekonomi penting, seperti data penjualan sepeda motor pada Senin (8/12/2025), Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Selasa (9/12/2025), serta data penjualan ritel yang akan dirilis pada Rabu (10/12/2025).
Sementara itu, fokus utama global tertuju pada hasil pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) The Fed pada 9-10 Desember. Ekspektasi pasar terhadap potensi pemangkasan suku bunga acuan The Fed sebesar 25 basis poin telah meningkat, didukung oleh data-data ekonomi Amerika Serikat yang dinilai mulai melemah, seperti data pasar tenaga kerja dan ekspektasi yang selaras dengan proyeksi pasar terkait data PCE. Sentimen ini menjadi faktor positif yang dapat menopang pergerakan pasar saham global, termasuk Indonesia.
Dalam kondisi pasar yang diprediksi menguat terbatas namun masih dalam tren positif, Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, merekomendasikan tiga saham pilihan yang menarik untuk dicermati, yaitu: WIFI, COIN, dan ASII.
Saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) direkomendasikan beli (buy) di area Rp3.600-Rp3.800 dengan target harga Rp3.950-Rp4.200 per saham. Selanjutnya, saham PT Coin Asia Tbk (COIN) juga dapat diakumulasi dengan area beli Rp3.700-Rp3.800 per saham, dan target yang lebih tinggi di kisaran Rp4.120-Rp4.500 per saham. Terakhir, PT Astra International Tbk (ASII) dilihat masih berpotensi menguat, dengan rekomendasi akumulasi beli (accumulative buy) di rentang Rp6.600-Rp6.700, memproyeksikan target harga mencapai Rp7.000-Rp7.125 per saham.
Meskipun demikian, investor tetap dihimbau untuk selalu mencermati risiko volatilitas jangka pendek dan mempertimbangkan peluang terjadinya profit taking, mengingat posisi IHSG yang berada di area puncak tertingginya.