IHSG Diprediksi *Bullish* Pekan Depan, Intip Saham Unggulan Pilihan Analis.
IHSG diprediksi berpeluang bullish pekan 20-24 Oktober 2025 didukung technical rebound dari level 7.915 dan antisipasi penurunan BI Rate. Simak saham BBRI, BMRI, ANTM.
JAKARTA, JClarity – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan memiliki peluang untuk menguat atau bergerak bullish pada pekan perdagangan mendatang, mulai 20 hingga 24 Oktober 2025. Prediksi optimis ini muncul setelah IHSG mengalami koreksi signifikan, mencapai level penutupan 7.915,65 pada Jumat (17/10/2025), memberikan sinyal potensi technical rebound dari area oversold.
Kepala Riset JClarity Sekuritas, Dr. A. Wijaya, menjelaskan bahwa meskipun tekanan jual asing masih terasa dan indeks terkoreksi tajam 4,14% dalam sepekan terakhir, level 7.900 kini menjadi titik support teknikal yang kuat. "Pasar domestik akan fokus pada sejumlah katalis, terutama Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada 22 Oktober 2025, di mana konsensus pasar memperkirakan adanya potensi penurunan suku bunga acuan 25 basis poin," ujar Dr. Wijaya.
Katalis domestik dari potensi pelonggaran kebijakan moneter ini diharapkan mampu menarik kembali minat beli investor, khususnya pada saham-saham dengan valuasi yang sudah terdiskon pasca-koreksi pekan lalu. Selain itu, secara teknikal, koreksi tajam tersebut dinilai telah menutup gap pada level psikologis tertentu, yang secara historis sering diikuti oleh fase rebound.
Dr. Wijaya menambahkan, pergerakan IHSG pekan depan diperkirakan akan berada dalam rentang konsolidasi terbatas dengan kecenderungan menguat. Level support kritis diproyeksikan berada pada 7.850-7.900, sementara level resistance berada pada kisaran 8.050 hingga 8.150. Investor disarankan untuk memanfaatkan momentum di awal pekan untuk melakukan 'buy on weakness' pada saham-saham fundamental kuat.
Saham Unggulan Pilihan Analis: Fokus Sektor Keuangan dan Komoditas
Dalam menghadapi potensi rebound ini, beberapa saham unggulan (blue chip) dari sektor-sektor yang dianggap tangguh dan berpotensi menjadi penopang pemulihan direkomendasikan untuk dicermati, dengan fokus pada saham yang memiliki fundamental solid dan sensitif terhadap sentimen domestik:
- Sektor Keuangan (Big Banks): Saham perbankan besar seperti BBRI dan BMRI menjadi pilihan utama. Setelah terkoreksi cukup dalam, saham-saham ini dianggap menarik secara valuasi, dan akan mendapatkan sentimen positif langsung jika BI benar-benar memangkas suku bunga.
- Sektor Komoditas & Energi: Saham **ANTM** dan **PTRO** tetap dilirik. Sektor komoditas, khususnya pertambangan, terbukti menjadi penopang indeks di tengah gejolak global. Kenaikan harga komoditas global dapat menjaga momentum kinerja emiten ini.
- Sektor Infrastruktur & Konsumsi Non-Siklikal: Saham **JSMR** dan **SCMA** direkomendasikan sebagai pilihan defensif. Sektor ini cenderung stabil dan kurang sensitif terhadap fluktuasi global, serta didukung oleh prospek pemulihan ekonomi domestik.
Investor tetap diimbau untuk berhati-hati dan memperhatikan perkembangan dinamika global, terutama ketegangan dagang AS-China dan perkembangan politik di Amerika Serikat, yang dapat sewaktu-waktu memicu volatilitas. Manajemen risiko dengan menerapkan strategi batas kerugian (stop loss) disarankan untuk memitigasi risiko.