IHSG Cetak Sejarah Baru: Tembus Rekor All-Time High (ATH) Didorong Sektor Energi dan Sentimen MSCI
IHSG mencetak rekor All-Time High (ATH) baru di level 8.394,59 pada 7 November 2025, didorong oleh penguatan saham sektor energi, emiten konglomerat (Big Caps), dan sentimen positif dari data pertumbuhan ekonomi Indonesia serta rebalancing indeks MSCI.
JAKARTA, JClarity – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengukir sejarah baru dengan menembus rekor tertinggi sepanjang masa (All-Time High/ATH) dalam perdagangan yang optimis menjelang akhir pekan. Pada penutupan perdagangan Jumat, 7 November 2025, IHSG ditutup menguat signifikan, mencapai level 8.394,59, setelah sempat menyentuh level tertinggi harian (intraday ATH) di 8.398,76. Kinerja impresif ini sebagian besar ditopang oleh penguatan masif dari saham-saham energi dan perusahaan konglomerasi besar (Big Caps) di tengah sentimen positif dari dalam dan luar negeri.
Sektor energi tercatat sebagai salah satu kontributor utama kenaikan indeks. Pada penutupan Jumat, sektor energi melonjak lebih dari 1,81%, menjadikannya salah satu sektor dengan kenaikan tertinggi bersama dengan sektor infrastruktur dan properti. Penguatan ini dipimpin oleh emiten-emiten energi besar, seperti PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN).
Secara spesifik, saham BREN yang bergerak di bidang energi baru dan terbarukan (EBT) menjadi motor penggerak penting dalam beberapa hari terakhir, didorong oleh laporan laba bersih kuartal III-2025 yang tumbuh 23,8% dan ekspektasi masuknya saham ini dalam penyeimbangan ulang (rebalancing) indeks global MSCI (Morgan Stanley Capital International) edisi November 2025. Sentimen MSCI ini juga turut menguntungkan saham-saham berkapitalisasi pasar besar lainnya.
Selain faktor sektoral, fundamental ekonomi domestik yang kuat menjadi katalis utama bagi kepercayaan investor. Indeks menguat pasca rilis data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Kuartal III–2025 mencapai 5,04% (year-on-year), melampaui ekspektasi pasar. Kinerja positif ini turut didukung oleh aliran dana asing (net buy) yang tercatat masuk signifikan ke pasar reguler bursa.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyambut baik tren penguatan ini dan menyatakan optimisme terhadap ketahanan pasar modal nasional. Para analis juga cenderung optimistis, memproyeksikan IHSG akan terus bergerak bullish dan berpotensi menuju level psikologis 8.400, bahkan hingga mencapai 9.000 pada akhir tahun 2025, didukung oleh momentum window dressing dan stabilitas makroekonomi domestik yang solid. Namun, pelaku pasar tetap disarankan untuk mencermati potensi volatilitas jangka pendek, terutama menjelang rilis data global dan implementasi hasil rebalancing indeks.